Tuesday, July 18, 2017

Jenis-Jenis Maintenance

Dalam menentukan kebijaksanaan maintenance, umumnya terdapat 2 jenis maintenance, yaitu sebagai berikut.

Planned (preventive) maintenance.
Breakdown (corrective) maintenance

Preventif Maintanance
Kegiatan preventive maintenance bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cepat rusak dan kondisi mesin selalu slap pakai. Caranya adalah sebagai berikut.
Patrol/Regular Preventive Maintenance Inspection
Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan cara memeriksa setiap bagian mesin secara berpatroli dan berurutan sesuai dengan schedule.


Major Overhaul (turun mesin)
Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan mengadakan pembongkaran menyelurah dan penelitian terhadap mesin, serta melakukan penggantian suku cadang yang sesuai dengan spesifikasinya. 


Untuk memudahkan melaksanakan maintenance maka kegiatan maintenance yang dilakukan sebaiknya berdasarkan:


Sistem work order atau work order system merupakan kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pesanan dari bagian produksi maupun dari bagian-bagian lain.
Check list system merupakan daftar atau schedule yang telah dibuat untuk melakukan kegiatan maintenance dengan cara pemeriksaan terhadap setiap mesin secara berkala.
Rencana kerja triwulan, yaitu kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pengalaman atau berdasarkan catatan sejarah mesin, misalnya kapan suatu mesin harus dirawat atau diperbaiki.


Work order atau Surat perintah memuat tentang:
apa yang harus dikedakan;
siapa yang menger akandanbertanggungjawab,
alat-alat yang dibutuhkan serta macamnya;
waktu yang dibutuhkan untuk menger akan pekedaan pemeliharaan tersebut dan kapan waktu penyelesaiannya.
Preventive maintenance bertujuan agar hal-hal berikut terjamin.
a) Keamanan mesin dan operator (tenaga maintenance).
b) Kelancaran mesin.
c) Mutu produksi.
d) Kebersihan mesin dan lingkungan sekitarnya.


Keempat hal tersebut bermuara pada mutu produk yang primer sesuai rencana.
a. Keamanan Mesin dan Operator (nnaga Maintenance)
Untuk setiap mesin yang terdapat di dalam pabrik sudah ada ketentuan mengenai karakteristik mesin tersebut.
Misalnya: temperatur air, angin, dan oli tidak boleh melebihi standar yang sudah ditentukan. Untuk operator harus memperhatikan alat-alat pengaman yang terdapat di dalam setiap mesin

b. Kelancaran Mesin
Pemberian minyak pelumas secara teratur dan pemeriksaan mesin sert4 peralatannya secara berkala, bertujuan agar dapat menj aga kelancaran mesin sehingga proses produksi dapat ber alan lancar.
Untuk setiap mesin yang ada sudah dipasang suatu alai kontrol untuk mengetahui keadaan minyak pelumas harus ditambah. Penggantian minyak pelumas dilakukan berdasarkan j am kerja mesin atau hasil analisis minyak
di laboratorium

c. Mutu Produksi
Menjaga mutu produksi bertujuan untuk selalu dapat memenuhi standar mutu utama dengan menekan tingkat kerusakan produk serendah mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara mempertahankan tingkat produktivitas kerja dan selalu memenuhi spesifikasi kerja yang telah ditentukan serta ketelitian dan kecermatan yang didukung oleh tekad dan kemauan kerja yang tinggi. Untuk mencapai mutu produksi tersebut bagian maintenance akan menjaga agar pabrik tetap dapat beroperasi secara efisien dengan menghindari (mengurangi) hambatan sekecil mungkin sehingga produk dapat diserahkan kepada langganan tepat pada waktunya (delivery date yang tepat). Untuk setiap mesin dibuat suatu hasil persentase kerusakan. Misalnya, untuk kerusakan produk di bagianfinishing adalah 10% dari 60% yang ditargetkan
(sasaran).

d. Kebersihan Mesin dan Lingkungan Sekitarnya
Lantai sekitar mesin harus bersih dari lumuran minyak yang berlebihan pada waktu melaksanakan pelumasan serta dari sampah yang berserakan. Hal ini untuk menghindari tedadinya kecelakaan bagi pekeda (operator) serta menciptakan kenyamanan bekerja. Kebersihan mesin dijaga dengan cara membersihkan mesin tersebut serta diadakan
pengecatan kembali.


Dalam melaksanakan kegiatan maintenance, bila perlu ada penambahan jam ker a. Biasanya penambahan jam ker a dilakukan pads hari Minggu serta hari-hari libur lain yang dikenal dengan overtime.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (libur), yaitu preventive maintenance, yakni kegiatan berikut ini.
Pelumasan atau penggantian oli.
Perbaikan terencana.
Penggantian spare part (suku cadang).
Pembongkaran serta penelitian mesin.
Pada hari kerja, kegiatan preventive maintenance dan breakdown (cor-rective) maintenance dilaksanakan dengan porsi sebagai berikut.
80% roting dan breakdown maintenance.
20% preventive maintenance.


Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan preventive maintenance dibuat suatu jadwal sebagai berikut.
a) Mendistribusikan kegiatan secara merata dalam skala waktunya dengan memperhatikan frekuensi kegiatan.
b) Menggunakan check list dengan instruksinya untuk dipakai sebagai pedoman oleh petugas maintenance, serta untuk keseragaman pelaksanaan dan pengecekan.
c) Perawatan pencegahan dilakukan tepat waktu, kecuali mesin sedang diperbaiki karena kerusakan atau sedang dibongkar (overhaul).
d) Perawatan pencegahan dilakukan menurut jadwal tertentu, yaitu hal-hal kecil yang tidak mengganggu jadwal produksi.


Contoh: Perawatan pencegahan (preventive maintenance) untuk mesin Banbury, dikepada check list yang memuat instruksi, sebagai berikut.
� Periksa kondisi dan kebocoran dust stop searing.
� Periksa kebocoran Racin Hyd. Unit.
� Periksa bolt-bolt door top and lacth cyl.
� Periksa Mc. Cord lubricator pump.
� Periksa kebocoran angin pada ram packing dan line pipa-pipa angin.
� Periksa kebocoran pada line pipa pendingin.
� Batch off mill, periksa kondisi mill knife dan kebocoran angin.
� Periksa kondisi roll-roll, pillow block bearling, convbelt, gearbox, coupling, sprocket, dan rantai pads: loading, scale, charging, crooss over conveyor.
� Periksa panborn traverse motor blower, drive chain, steel cable, mo�tor coupling screw.


MAINTENANCE
TUJUAN BELAJAR

Umum
Peserta dapat mengetahui kegiatan-kegiatan dan peralatan di workshop maintenance.

TUJUAN MAINTENANCE
Program Maintenance bertujuan untuk:
  1. Melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan produksi sehingga selalu berada dalam kondisi daya guna efektif.
  2. Melakukan perawatan peralatan produksi dengan biaya seekonomis mungkin.
  3. Melakukan modifikasi peralatan produksi sebagai improvement dalam mencapai standar kualitas yang lebih baik.
Maintenance dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu preventive maintenance, predictive maintenance, dan breakdown maintenance.

PREVENTIVE MAINTENANCE

Preventive maintenance merupakan maintenance rutin yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan sebelum usia pakai (life time) peralatan tersebut berakhir. Preventive maintenance biasanya didasarkan pada jam operasional peralatan. Jenis-jenis preventive maintenance dapat dikelompokkan atas:

Oiling
Oiling adalah tindakan pemberian oli terhadap komponen-komponen bergerak, penggunaan oli pada umumnya untuk bagian-bagian peralatan yang tertutup seperti gearbox. Pemberian oli terdiri dari penggantian dan penambahan. Jenis oli yang digunakan setiap peralatan tidak ada yang sama tergantung pada kondisi kerja peralatan tersebut.
Untuk kondisi kerja dengan temperatur tinggi seperti turbin digunakan oli Turbo T46, sedangkan untuk hydrolic power pack dan hydrolic system lainnya menggunakan oli Turalik 52 atau Oli Meditran SAE 10.

Greasing
Merupakan proses penambahan dan penggantian grease, biasanya menggunakan alat berupa pompa grease (pispot). Grease digunakan untuk bearing, bushing dan poros.

Penggantian
Penggantian spare part rutin dilakukan sesuai dengan rancangan awal peralatan tersebut, sesuai dengan usia pakainya. Penggantian spare part tersebut untuk menjamin optimalisasi kerja unit secara keseluruhan. Seperti penggantian filter pada mesin diesel.

Penyetelan
Penyetelan dilakukan untuk mengembalikan peralatan ke kondisi semula, sehingga kerja peralatan tersebut tetap optimal. Seperti penyetelan kerenggangan rotor bar dengan ripple plate pada unit ripple mill sesuai dengan efisiensi peralatan tersebut, penyetelan damper separating colomb, secondary separating colomb dan LTDS.

PREDICTIVE MAINTENANCE

Predictive maintenance bertujuan untuk mengetahui lebih dini kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu unit. Dengan diketahuinya kondisi peralatan tersebut dapat dilakukan tindakan untuk mencegah peralatan tersebut breakdown pada saat beroperasi yang dapat menyebabkan terjadinya stagnasi proses produksi. Predictive maintenance terdiri dari merger tester, vibro tester, thickness tester.
  1. Merger tester digunakan untuk mengetahui tahanan isolasi dari electromotor, bila tahanan isolasi electromotor rendah perlu dilakukan serlak ulang, hal ini akan dapat mencegah electromotor terbakar.
  2. Vibro tester berfungsi untuk mengetahui getaran suatu peralatan seperti bearing, jika getarannya telah melebihi standar maka perlu dilakukan penggantian atau penambahan grease jika masih memungkinkan.
  3. Sedangkan thickness meter berfungsi untuk mengetahui ketebalan suatu unit dan laju keausan suatu peralatan sehingga dapat direncanakan penggantiannya.
BREAKDOWN MAINTENANCE

Breakdown maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan pada suatu unit yang terhenti operasinya akibat kerusakan pada alat tersebut. Pada dasarnya breakdown maintenance sangat tidak diinginkan, karena akan mengganggu proses produksi. Oleh karena itu preventive maintenance dan predictive maintenance perlu untuk dioptimalkan.

PENGANTAR  ISO 9001

ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.


Jenis-Jenis Pemeliharaan
Jenis-Jenis Pemeliharaan
    Di bawah ini akan di jelaskan beberapa dari macam-macam pemeliharaan (maintenance), yaitu:
1. Preventive Maintenance
   Adalah kegiatan pemeliharan dan perawatan yang di lakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-
   kerusakan yang tidak terduga, dan menemukan kondisi kerusakan pada waktu di gunakan. Dalam
   prakteknya preventive maintenance yang di lakukan oleh suatu perusahaan dapat di bedakan:
   a. Continue maintenance adalah kegitan pemeliharaan dan perawatan yang di lakuakan rutin. contohnya
       membersihkan fasilitas atau peralatan, pelumasan, pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakar
       pemanasan.
   b. Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan secara periodic atau
       dalam jangka waktu tertentu.
2. Corecttive Maintenance
    Adalah pemeliharaan yang di lakaukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas
    atau   peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Perawatan ini merupakan pemeliharaan dan
    tidak di jadwalkan dan biasa terjadi.
3. Improve maintenance
      Adalah suatu perawatan peningkatan dipakai bila dilakukan modifikasi pada peralatan sehingga 
    kondisinya meningkat dengan tujuan agar kerusakan tersebut tidak terulang dan mampu beroperasi sampai
    masa kerjanya (lifetime) tercapai.
4. Breakdown Maintenance
        Jenis perawatan ini hanya bisa di lakaukan apabila mesin samasekali mati karena ada kerusakan atau 
    kelainan dan tidak mungkin dapat di operasikan. Untuk dapat memperbaikinya maka prinsip kerja dari
    peralatan yang bersangkuta harus dapat di kuasai. Dengan di kuasainya prinsip kerja peralatan tersebut
    maka diagnosa terhadap kerusakan dapat di lakukan dengan cepat dan tepat.
Sifat Breakdown dapat di bedakan menjadi:
�    Sporadic, yatu breakdown yang terjadi mendadak, dramatis atau kerusakan - kerusakan alat yang yang
      tidak terduga, breakdown maintenance jenis ini bisa terjadi dan mudah di tanggulangi.
�    Kronis, yaitu minor breakdown tetapi frekuensi kejadiannya tinggi. Breakdown jenis ini sering di abaikan
      atau di lupakan setelah beberapakali usaha pengulangan yang gagal. Breakdown akan menyebabkan
      beberapa kerugian baik yang langsung maupun yang tidak langsung:
�    Kerugian langsung mencangkut biaya perbaikan, biaya pencegahan, kerugian cacat produk, dan lain
      sebagainya.
�    Kerugian tidak langsung mencakup penurunan produksi, merosotnya moral karyawan, menurunkan atau
      merusak citra perusahaan
Sumber: http://teknikmesinpnup.blogspot.co.id
Read More

Saturday, July 15, 2017

Komponen Utama Kopling pada Kendaraan

Komponen Utama Sistem Kopling pada Kendaraan - Pada kendaraan terdapat sistem yang bernama sistem pemindah tenaga, yang mana salah satu komponen dari sistem pemindah tenaga ini adalah kopling. Komponen lain dari sistem pemindah tenaga antara lain ada transmisi, propeller shaft, gardan/differential, axle shaft dan lain-lain.

Oke, pada kesempatan kali ini kita akan fokus membahas tentang kopling atau dalam bahasa inggris dikenal dengan clutch. Di manakah letak kopling? Kopling pada kendaraan terletak di antara transmisi dengan mesin (fly wheel).

Karena terletak di antara dua komponen tersebut, maka fungsi dari kopling sudah jelas yaitu untuk memutus atau menghubungkan tenaga dari mesin ke transmisi. Pemutusan tenaga putaran dari mesin ke transmisi ini diperlukan ketika melakukan pemindahan gigi, sehingga ketika ingin memindah gigi percepatan maka kita harus menginjak pedal kopling terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar gigi percepatan dapat berpindah dengan mulus, tanpa menimbulkan suara ataupun kerusakan komponen pada transmisi.

Lalu apa sajakah komponen komponen dari koplin? Berikut ini adalah komponen-komponennya :

Komponen komponen utama kopling pada kendaraan

Kopling pada kendaraan terdiri dari beberapa komponen seperti roda penerus, pelat kopling/clutch disc/kampas kopling, plat penekasn,  dan mekanism penggerak. Dan berikut ini adalah penjelasan singkat tentang komponen komponen tersebut :

1. Kampas kopling/clutch disc/plat kopling

Merupakan komponen utama pada unit kopling, kampas kopling berfungsi sebagai menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi. Dengan kata fungsi clutch disc adalah untuk meneruskan tenaga mesindari roda penerus (flywheel) ke plat penekan (pressure plate) dan selanjutnya ke input shaft transmisi. Kampas kopling ini terhubung dengan alur pada input shaft transmisi, jadi ketika kopling berputar otomatis input shaft transmisi juga berputar. 

Kampas Kopling (Clutch Disc)
Kampas Kopling (Clutch Disc)
Kampas kopling terdiri dari beberapa bagian utama seperti facing, torsion dumper, cushion plate, paku keling, hub, dan lain sebagainya. Lomponen ini merupakan komponen pada kopling yang paling sering aus. Kampas kopling akan semakin cepat aus, bila penggunaannya salah.

2. Tutup kopling (clutch cover)

Komponen utama kopling yang ketiga adalah tutup kopling atau clucth cover. Tutup Kopling (Clutch Cover). Tutup kopling ini dibautkan dengan fly wheel, Tutup kopling ini akan berputar bersamaan dengan fly wheel dan atau plat kopling sesuai dengan putaran mesin. Untuk saat ini terdapat dua macam tutup kopling, yaitu diaphragm spring clutch cover (tutup kopling tipe pegas diafragma) dan tutup kopling dengan pegas coil. Tutup kopling bagian kiri adalah clutch cover dengan pegas koil, dan gambar bagian kanan yaitu tutup kopling dengan pegas diafragma.

Tutup kopling (clutch cover)
Tutup kopling (clutch cover)

3. Mekanisme penggerak

Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
Mekanisme penggerak merupakan suatu mekanisme yang berguna untuk mengoperasikan kopling, kita dapat mengoperasikan kopling dengan menginjak pedal kopling. Mekanisme penggerak akan mneruskannya sehingga kopling dapat terbebas, dan dapat dilakukan perpindahan gigi. Mekanisme penggerak pada kopling terdapat dua macam, tipe yang pertama menggunakan tipe mekanis dan tipe yang kedua menggunakan tipe hidraulis. 

Gambar diatas merupakan gambar mekanisme penggerak tipe mekanis, yang mana untuk menggerakkan masih menggunakan kable bukan hidraulis. (www.bisaotomotif.com)
Read More

Friday, July 14, 2017

Fungsi, Letak dan Syarat Kopling pada Mobil

Fungsi,  Letak dan Syarat Kopling pada Kendaraan  - Seperti yang telah saya utarakan pada postingan-postingan sebelumnya bahwa pada kendaraan terdapat salah satu sistem yang mentransfer tenaga dari mesin ke roda-roda. Sistem tersebut disebut dengan pemindah daya/tenaga. Sistem pemindah tenaga inti terdapat beberapa komponen, seperti kopling, transmisi, propeller shaft dan lain-lain.

Sudah saya sebutkan diatas bahwa macam salah satu macam dari sistem pemindah tenaga adalah kopling. Nah, kita kali ini akan membahas tentang kopling dari mulai fungsi, letak dan juga persyaratannya. Oke, kita mulai dari fungsi kopling. 

Fungsi dan Letak Kopling pada kendaraan

Pada kendaraan kopling atau clutch terletak diantara tansmisi dan juga mesin, kegunaan atau fungsi dari adalah untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi.  Untuk mengetahui letak dari kopling, silahkan perhatikan gambar dibawah ini. Sudah sangat jelas tentang letak dari kopling.

letak kopling
letak kopling

Syarat-syarat kopling

Agar kopling dapat bekerja dengan baik, kopling memiliki persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :
  1. Harus mampu memutuskan atau meenghubungkan putaran dari mesin ke transmisi dengan lembut.
  2. Harus dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi tanpa terjadi slip
  3. Harus dapat memutuskan dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan cepat dan tepat
 Nah, demikian saja artikel singkat tentang kopling. Jangan lupa baca artikel yang lainnya :
  1. Komponen utama kopling pada kendaraan
  2. Fungsi facing, cushion plate, dan torsion dumper pada kopling 
  3. Fungsi dan macam tutup kopling (www.bisaotomotif.com)
Read More

Wednesday, July 12, 2017

2 Macam mekanisme penggerak kopling

2 Macam mekanisme penggerak kopling - Beberapa hari ini bisaotomotif.com sedang mood untuk share tentang kopling. Yang mana kita sebelumnya sudah membahas beberapa artikel yang berhubungan dengan sistem kopling pada suatu kendaraan. Artikel-artikel tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

Nah kali ini kami akan membahasnya dalam 2 macam mekanisme penggerak kopling, saat ini dikenal terdapat dua macam mekanisme penggerak kopling yaitu tipe mekanis dan tipe hidraulis. Dan berikut ini adalah penjelasan masing-masing tipe mekanisme penggerak kopling.

  1. Komponen utama kopling pada kendaraan
  2. Fungsi facing, cushion plate, dan torsion dumper pada kopling 
  3. Fungsi dan macam tutup kopling 

1. Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis


Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis

Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis akan memindahkan atau menyalurkan tenaga dari injakan kaki melalui pedal kopling ke pengungkit. Pada tipe ini digunakan kabel baja yang akan menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling, cara kerjanya kurang lebih seperti ini. Ketika kita menginjak pedal kopling, maka akan menarik kabel, kabel yang terhubung dengan tuas pembebas ini juga akan menarik tuas pembebas ke arah menekan pegas kopling (pada tipe pegas diafragma. Selanjutnya kopling akan terbebas dan tidak dihimpit lagi oleh plat penekan. Sehingga anda dapat memindah gigi percepatan.
 

Ketika melepaskan injakan ke pedal kopling, maka kabel sudah tidak teratarik lagi dan tuas kopling akan kembali ke posisi yang semula. Kopling terhimpit oleh plat penekan, dan berputar bersamaan dengan putara mesin. Input transmisi pun juga berputar dengan kecepatan yang sama dengan putaran mesin.


2. Mekanisme penggerak kopling tipe hidraulis

Mekanisme penggerak tipe hidraulis
Mekanisme penggerak tipe hidraulis
Mekanisme penggerak kopling yang kedua adalah tipe hidraulis. Pada tipe ini ini memanfaaatkan tekanan hidraulis minyak untuk meneruskan tenaga kaki ketika menginjak pedal kopling. Pedal kopling pada kopling yang menggunakan mekanisme penggerak berguna untuk menekan minyak yang ada pada master silinder.

Tekanan minyak ini kemudian dilasurlkan ke silinder kopling. Yang kemudian tekanan minyak akan mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan menekan pegas diafragma. Hal ini akan membuat kopling menjadi terbebas dan siap untuk melakukan perpindahan gigi percepatan.

Sumber: www.bisaotomotif.com
Read More

Saturday, June 17, 2017

Fungsi dan Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling

BisaOtomotif.Com - Ketika melakukan penggantian kampas kopling atau memperbaiki sistem kopling yang menharuskan transmisi dilepas maka ada beberapa komponen yang harus diperiksa. Salah satu komponen yang wajib diperiksa adalah release bearing. Release bearing atau yang disebut dengan bantalan pembebas ini berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork kemudian ke pegas diaphragm pada saat pedal kopling ditekan. Selengkapnya lihat dalam artikel : Cara kerja kopling pada mobil.

" Pemeriksaan Release Bearing "

Bantalan pembebas atau release bearing biasanya merupakan unit bantalan tertutup dengan tipe pelumasan permanen, artinya tidak dapat dibuka, dibersihkan dan bagian dalamnya tidak bisa diberi pelumas dari dalam.

Lihat juga: Perbedaan dan Perbandingan Aki

Salah satu gejalan release bearing ini rusak adalah adanya suara gemuruh atau abnormal ketika pedal kopling diinjak. 

Pemeriksaan pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan secara visual. Yaitu dengan cara melihat apakah pada release bearing itu rusak, terbakar, tergores, retak atau aus. Jika hanya terdapat kotoran, tergores sedikit mungkin masih bisa digunakan (baru pemeriksaan secara visual). Tapi apabila kerusakannya parah, misalnya sudah terbakar, rusak, retaknya banyak maka release bearing sudah harus diganti.

 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling
 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling


Setelah melakukan pemeriksaan secara visual, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan kerjanya yaitu dengan cara :

a. Putarlah bantalan atau bearing dengan tangan, dan berilah tenaga pada arah aksial. Jika putaran terlalu kasar atau terasa terdapat tahanan yang tidak rata maka sebaiknya bantalan pembebas diganti dengan yang baru.

b. Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self centering system agar tidak tersangkut. Hub dan case harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan berlebihan atau malah macet, maka release bearing harus diganti.


Biasanya juga ketika melakukan penggantian kampas kopling, releasse bearing ini selalu diganti baik dalam kondisi yang baik atau sudah buruk. Karena biasanya apabila tidak diganti, sebentar lagi akan rusak dan kalau menggantinya membutuhkan biaya yang agak mahal karena harus menurunkan transmisi dari kendaraan.

Sehingga untuk antisipasi saja, release bearing selalu diganti ketika melakukan penggantian kampas kopling atau clutch disc.(BisaOtotmotif.com)
Read More

Wednesday, June 14, 2017

Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) Pada Mobil

Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) adalah salah satu sistem bahan bakar pada mesin bensin yang pengaturan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injector didalam ruang bakar diatur secara elektronik (komputer). Hampir semua mobil keluaran terbaru saat ini sudah menggunakan fuel injection, hal ini dikarenakan sistem bahan bakar yang ini lebih unggul dibandingkan dengan sistem bahan bakar konvensional yang masih menggunakan karburator.

Prinsip Kerja Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) pada Mobil


Mesin yang masih menggunakan sistem bahan bakar konvensional, jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar diatur oleh karburator. Sedangkan untuk mesin yang sistem bahan bakarnya sudah modern (menggunakan sistem EFI) maka jumlah bahan bakar yang disemprotkan di ruang bakar oleh injektor akan diatur oleh komputer. Jumlah ini tentunya lebih akurat dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, otomatis konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Yang membuat bahan bakar yang disemprotkan selalu akurat dan tepat sesuai dengan kondisi mesin adalah karena adanya sensor-sensor. Sensor sensor ini akan memberikan sinyal kepada ecu, yang kemudian oleh ecu akan diolah dan dikirim ke actuator seperti injector untuk menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah yang tepat.

Sensor-sensor tersebut antara lain sensor temperatur udara masuk (IATS = Intake Air Temperature Sensor), Knocking Sensor, TPS (Throttle Temperature Sensor), Water Temperature Sensor, O2 Sensor, Putara mesin dan masih banyak lagi.

Keunggulan-keunggulan Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)


Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa sistem EFI lebih unggul dibandingkan sistem bahan bakar yang koncensional (dengan karburator). Berikut adalah keunggulannya :
  1. Sistem EFI menjamiin perbandingan udara dan bahar bakar yang masuk ke dalam silinder dalam perbandingan yang ideal dan efisiensi yang sangat tinggi. Intinya perbandingan akan sesuai dengan kondisi mesin dan kebutuhan.
  2. Karena jumlah bahan bakar yang masuk disemprotkan injector selalu tepat dan efisien, maka mobil yang menggunakan sistem injeksi kemungkinan besar lebih irit dengan mobil yang masih menggunakan karburator dengan kelas yang sama (kapasitasnya sama).
  3. Konstruksi ruang bakar dan kepala silinder dapat lebih disempurnakan, agar efisiensi volumetrik dapat dimaksimalkan sehingga torsi dan daya dapat meningkat. 
  4. Karena perbandingan udara dan bahan bakar disesuaikan dengan kondisi mesin atau kebutuhan, maka akan menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Emisi gas buang yang dihasilkanpun akan lebih baik bila dibandingkan dengan sistem bahan bakar yang menggunakan karburator.
  5. Terkait dengan perawatan, perawatan sistem bahan bakar yang menggunakan EFI cenderung lebih sedikit. Namun, apabila terjadi kerusakan kemungkinan biaya lebih mahal/besar.
  6.  Dan lain sebagainya

      Jenis jenis Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)

      Terdapat dua jenis sistem efi yang digunakan pada kendaraan yaitu sistem D-EFI dan sistem L-EFI. Bagaimanakan perbedaan keduanya? Berikut adalah penjelasan dari kami !!


      a) Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type) 
      Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
      Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
      Jenis sistem EFI yang pertama adalah sistem D-EFI. Sistem ini mengukur tekanan udara yang berada didalam intake manifold yang kemudian melakukan penghitungan umlah udara yang masuk. D-EFI disebut �D-jetronic" yang merupakan salah satu merk dagang dari Bosch. �D� berasal dari bahasa Jerman yaitu �Druck� yang mempunyai arti tekanan. �Jetronic adalah istilah Bosch yang berarti penginjeksian. Sistem D-EFI ini tidak seakurat sistem L-EFI yang menggunakan air flow (pengukur jumlah aliran udara), hal ini dikarenakan pada sistem D-EFI tidak dapat mengkonversi dengan tepat tekanan udara dan jumlah udara yang melewati intake manifold.

      b). Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Berbeda dengan sistem D-EFI yang menggunakan Manifold Pressure Sensor yang berguna untuk mengukur tekanan udara yang berada di dalam intake manifold, kalau dalam sistem L-EFI ini menggunakan Airflow meter untuk mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold dengan sangat akurat. Karena yang diukur langsung jumlah udara yang mengalir dengan keakurasian yang sangat baik, maka sistem ini lebih akurat dari sistem D-EFI.

      Susunan Dasar SISTEM EFI (Electronic Fuel Injection)

      Susunan dasar sistem EFI ini dapat dibagi menjadi 3 bagian (3 sistem fungsional) yaitu sistem bahan bakar, sistem induksi udara dan sistem pengontrol elektronik (Electronic Control System).

      1. Sistem bahan bakar
      Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai dengan injector.  Komponennya terdiri dari fuel tank, fuel pump, fuel line, fuel filter, delivery pipe, cold start injector, injector, pressure regulator dan return line. Bahan bakar yang berada di dalam tangki akan dihisap oleh pompa bahan bakar, kemudian disaring oleh filter bahan bakar. 

      Pressure Regulator akan mengatur tekanan bahan bakar, bila tekanannya berlebih (bahan bakarnya terlalu banyak) maka kelebihan bahan bakar tersebut akan dikembalikan ke tangki melalui return line. Cold start injector pada sistem ini berguna untuk menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber ketika cuaca dingin sehingga mesin lebih mudah untuk dihidupkan.

      2. Sistem Induksi Udara (Air Induction System)
      Udara akan masuk melewati filter udara agar terbebas dari kotaran dan debu, udara yang sudah bersih ini kemudian akan masuk ke airflow meter dengan membuka measuring plate, besarnya pembukaan ini bergantung pada kecepatan aliran udara yang masuk ke dalam intake chamber. Besarnya kecepatan aliran udara yang masuk ke intake chamber ini tergantung pada besarnya katup throttle membuka. Udara ini kemudian akan mengalir ke intake manifold yang selanjutnya akan masuk ke ruang bakar.

      Jumlah udara yang masuk ini diteksi oleh airflow meter (pada sistem L-EFI) atau oleh manifold pressure sensor (pada sistem D-EFI).

      3. Sistem Pengontrol Elektronik (Electronic Control System)
      Sistem pengontrol elektronik ini terdiri dari sensor-sensor yang berguna untuk mendeteksi kondisi mesin dan juga komputer (ECU) untuk menentukan ketepatan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injector sesuai dengan kondisi mesin yang telah ditangkap oleh sensor-sensor.

      Sensor-sensor ini terdiri dari beberapa macam, seperti throttle position sensor, ignition signal, water temperatur sensor, starter signal, oxygen sensor, knocking sensor, intake air temperatur sensor dan lain sebagainya.

      Sumber: BisaOtotmotif.com
      Read More

      Tuesday, June 13, 2017

      Fungsi dan bagian bagian radiator pada mobil

      Ketahui Fungsi Radiator Pada Mobil - Salah satu sistem terpenting pada kendaraan adalah sistem pendingingan. Sistem pendingin ini bertugas untuk menjaga agar suhu mesin stabil pada suhu kerjanya. Saah satu komponen dari sistem pendingin pada mobil adalah radiator. Radiator umumnya terletak dibagian depan kendaraan, tujuannya adalah agar dapat menerima angin pada saat mobil berjalan sehingga membantu dalam proses pendinginan.

      Radiator berbentuk sirip-sirip. Untuk kontruksinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Selain mobil, pada motor biasanya juga terdapat radiator. Namun tidak semua motor ada radiatornya, hanya motor-motor tertentu saja yang ada radiatornya. Setelah mengenal apa itu radiator, tentu tidak lengkap jika kita tidak mengetahui fungsi radiator. Berikut ini bisaotomotif.com merangkumnya dalam artikel fungsi radiator pada mobil :

      Fungsi radiator pada mobil

      Radiator pada mobil berfungsi untuk meradiasikan panas air pendingin ke udara sekitar. Lebih simpelnya berfungsi untuk mendinginkan air pendingin yang telah mendinginkan mesin.
      Dari namanya kita sudah dapat mengetahui prinsip kerjannya yaitu radiasi, seperti rotor maka kerjanya rotasi, distributor kerjanya distribusi dan lain-lain. Maka dari itu radiator ini berguna untuk meradiasikan panas dari air pendingin ke udara sekitar. Pendinginan radiator dilakukan oleh udara yang mengalir ketika kendaraan melaju, selain itu juga dibantu dengan kipas radiator yang diletakkan dibelakangnya.

      Tutup radiator diletakkan pada bagian atas radiator, radiator cup ini memiliki fungsi untuk mencegah air pendingin mendidih pada suhu 100 derajat celcius, selain itu juga sebagai katup yang dapat mengalirkan air ke reservoir tank pada saat suhu mesin tinggi, atau sebaliknya mengalirkan air dari reservoir tank ke radiator pada saat suhu mesin sudah dingin.

      Kerusakan yang paling banyak ditemukan pada radiator adalah kebocoran. Biasanya kebocoran ini terjadi karena keropos yang disebabkan oleh korosi atau usia pakai yang sudah sangat lama. Biasanya radiator yang bocor dapat ditambal kembali, dan disertai dengan servis. Orang biasa menyebutnya korok radiator (radiator dibersihkan).

      Bagian-bagian Radiator Mobil

      bagian bagian radiator
      Bagian-bagian radiator

      Untuk bagian-bagian atau komponen radiator dapat anda lihat pada gambar diatas :
      Keterangan gambar :
      1. Upper tank (tangki bagian atas)
      2. Lower tank (tangki bagian bawah)
      3. Sambungan upper hose
      4. Sambungan lower hose
      5. Kisi-kisi radiator
      6. Sirip-sirip radiator
      7. Tutup radiator 
      8. Kran pembuangan (penguras)
      Sumber: www.bisaotomotif.com
      Read More