Showing posts with label Sistem Bahan Bakar. Show all posts
Showing posts with label Sistem Bahan Bakar. Show all posts

Wednesday, June 14, 2017

Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) Pada Mobil

Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) adalah salah satu sistem bahan bakar pada mesin bensin yang pengaturan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injector didalam ruang bakar diatur secara elektronik (komputer). Hampir semua mobil keluaran terbaru saat ini sudah menggunakan fuel injection, hal ini dikarenakan sistem bahan bakar yang ini lebih unggul dibandingkan dengan sistem bahan bakar konvensional yang masih menggunakan karburator.

Prinsip Kerja Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) pada Mobil


Mesin yang masih menggunakan sistem bahan bakar konvensional, jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar diatur oleh karburator. Sedangkan untuk mesin yang sistem bahan bakarnya sudah modern (menggunakan sistem EFI) maka jumlah bahan bakar yang disemprotkan di ruang bakar oleh injektor akan diatur oleh komputer. Jumlah ini tentunya lebih akurat dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, otomatis konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Yang membuat bahan bakar yang disemprotkan selalu akurat dan tepat sesuai dengan kondisi mesin adalah karena adanya sensor-sensor. Sensor sensor ini akan memberikan sinyal kepada ecu, yang kemudian oleh ecu akan diolah dan dikirim ke actuator seperti injector untuk menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah yang tepat.

Sensor-sensor tersebut antara lain sensor temperatur udara masuk (IATS = Intake Air Temperature Sensor), Knocking Sensor, TPS (Throttle Temperature Sensor), Water Temperature Sensor, O2 Sensor, Putara mesin dan masih banyak lagi.

Keunggulan-keunggulan Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)


Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa sistem EFI lebih unggul dibandingkan sistem bahan bakar yang koncensional (dengan karburator). Berikut adalah keunggulannya :
  1. Sistem EFI menjamiin perbandingan udara dan bahar bakar yang masuk ke dalam silinder dalam perbandingan yang ideal dan efisiensi yang sangat tinggi. Intinya perbandingan akan sesuai dengan kondisi mesin dan kebutuhan.
  2. Karena jumlah bahan bakar yang masuk disemprotkan injector selalu tepat dan efisien, maka mobil yang menggunakan sistem injeksi kemungkinan besar lebih irit dengan mobil yang masih menggunakan karburator dengan kelas yang sama (kapasitasnya sama).
  3. Konstruksi ruang bakar dan kepala silinder dapat lebih disempurnakan, agar efisiensi volumetrik dapat dimaksimalkan sehingga torsi dan daya dapat meningkat. 
  4. Karena perbandingan udara dan bahan bakar disesuaikan dengan kondisi mesin atau kebutuhan, maka akan menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Emisi gas buang yang dihasilkanpun akan lebih baik bila dibandingkan dengan sistem bahan bakar yang menggunakan karburator.
  5. Terkait dengan perawatan, perawatan sistem bahan bakar yang menggunakan EFI cenderung lebih sedikit. Namun, apabila terjadi kerusakan kemungkinan biaya lebih mahal/besar.
  6.  Dan lain sebagainya

      Jenis jenis Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)

      Terdapat dua jenis sistem efi yang digunakan pada kendaraan yaitu sistem D-EFI dan sistem L-EFI. Bagaimanakan perbedaan keduanya? Berikut adalah penjelasan dari kami !!


      a) Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type) 
      Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
      Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
      Jenis sistem EFI yang pertama adalah sistem D-EFI. Sistem ini mengukur tekanan udara yang berada didalam intake manifold yang kemudian melakukan penghitungan umlah udara yang masuk. D-EFI disebut �D-jetronic" yang merupakan salah satu merk dagang dari Bosch. �D� berasal dari bahasa Jerman yaitu �Druck� yang mempunyai arti tekanan. �Jetronic adalah istilah Bosch yang berarti penginjeksian. Sistem D-EFI ini tidak seakurat sistem L-EFI yang menggunakan air flow (pengukur jumlah aliran udara), hal ini dikarenakan pada sistem D-EFI tidak dapat mengkonversi dengan tepat tekanan udara dan jumlah udara yang melewati intake manifold.

      b). Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Berbeda dengan sistem D-EFI yang menggunakan Manifold Pressure Sensor yang berguna untuk mengukur tekanan udara yang berada di dalam intake manifold, kalau dalam sistem L-EFI ini menggunakan Airflow meter untuk mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold dengan sangat akurat. Karena yang diukur langsung jumlah udara yang mengalir dengan keakurasian yang sangat baik, maka sistem ini lebih akurat dari sistem D-EFI.

      Susunan Dasar SISTEM EFI (Electronic Fuel Injection)

      Susunan dasar sistem EFI ini dapat dibagi menjadi 3 bagian (3 sistem fungsional) yaitu sistem bahan bakar, sistem induksi udara dan sistem pengontrol elektronik (Electronic Control System).

      1. Sistem bahan bakar
      Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai dengan injector.  Komponennya terdiri dari fuel tank, fuel pump, fuel line, fuel filter, delivery pipe, cold start injector, injector, pressure regulator dan return line. Bahan bakar yang berada di dalam tangki akan dihisap oleh pompa bahan bakar, kemudian disaring oleh filter bahan bakar. 

      Pressure Regulator akan mengatur tekanan bahan bakar, bila tekanannya berlebih (bahan bakarnya terlalu banyak) maka kelebihan bahan bakar tersebut akan dikembalikan ke tangki melalui return line. Cold start injector pada sistem ini berguna untuk menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber ketika cuaca dingin sehingga mesin lebih mudah untuk dihidupkan.

      2. Sistem Induksi Udara (Air Induction System)
      Udara akan masuk melewati filter udara agar terbebas dari kotaran dan debu, udara yang sudah bersih ini kemudian akan masuk ke airflow meter dengan membuka measuring plate, besarnya pembukaan ini bergantung pada kecepatan aliran udara yang masuk ke dalam intake chamber. Besarnya kecepatan aliran udara yang masuk ke intake chamber ini tergantung pada besarnya katup throttle membuka. Udara ini kemudian akan mengalir ke intake manifold yang selanjutnya akan masuk ke ruang bakar.

      Jumlah udara yang masuk ini diteksi oleh airflow meter (pada sistem L-EFI) atau oleh manifold pressure sensor (pada sistem D-EFI).

      3. Sistem Pengontrol Elektronik (Electronic Control System)
      Sistem pengontrol elektronik ini terdiri dari sensor-sensor yang berguna untuk mendeteksi kondisi mesin dan juga komputer (ECU) untuk menentukan ketepatan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injector sesuai dengan kondisi mesin yang telah ditangkap oleh sensor-sensor.

      Sensor-sensor ini terdiri dari beberapa macam, seperti throttle position sensor, ignition signal, water temperatur sensor, starter signal, oxygen sensor, knocking sensor, intake air temperatur sensor dan lain sebagainya.

      Sumber: BisaOtotmotif.com
      Read More

      Monday, June 12, 2017

      Sistem Kerja Karburator

      Sistem kerja karburator terdiri dari beberapa macam. Namun dari semua sistem yang ada pada karburaot dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kerja dari karburato sehingga mampu mencampur udara dan bahan bakar dengan perbandingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin. Total pada karburator mobil toyota ada 11 sistem, untuk setiap mobil mungkin berbeda-beda tergantung dari jenis dan kontruksi yang digunakan. Pada motor pun juga berbeda, namun pada prinsipnya sama yaitu untuk memenuhi kerja karburator agar mampu mencampur udara dan bahan bakar dalam komposisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin.

      Tetapi pada umumnya, karburator apapun itu pasti ada sistem-sistem utamanya seperti sistem pelampung, sistem stationer dan kecepatan lambat, sistem utama, sistem percepatan, sistem cuk dan lain sebagainya.

      Kerja Karburator
      Kerja Karburator


      Sementara itu sistem tambahannya bisa berupa secondary hig  speed system, fast idle mechanisme, thermostatic valve, PCV, Declaration Fuel Cutt off System.

      Agar lebih jelasnya, saya sebutkan sistam sistem kerja karburator :
      1. Sistem pelampung
      2. Sistem stationer dan kecepatan lambat
      3. Primary high speed system (sistem utama)
      4. Secondary high speed system
      5. Sistem tenaga (power sistem)
      6. Sistem percepatan (Acceleration system)
      7. Susten cuk (Choke System)
      8. Fast Idle Mechanisme
      9. Thermostatic valve
      10. Positive Crancase Ventilation
      11. Declaration Fuel Cut Off System
      Sebelumnya telah kami bahas prinsip kerja dan kontruksi dasar karburator. Rencananya, kami akan menjelaskan ke sebelas sistem kerja pada karburator di atas. Jadi tunggu saja, kalau sudah saya tulis pasti saya update artikel ini dan saya letekkan linknya di samping point point diatas. (BisaOtotmotif.com)
      Read More

      Saturday, May 13, 2017

      Fungsi Air Vent Tube Pada Karburator

      Pada saat memahami sistem kerja karburator khusunya pada sistem pelampung, anda akan melihat gambar kerja yang mana pada gambar tersebut terdapat komponen yang disebut dengan air vent tube. Air vent tube ini dari ruang pelampung dan ujungnya berada di air horn. Lalu apa sih fungsi dari air ventube itu? Berikut ini kami jelaskan  :

      Fungsi dari air vent tube adalah untuk Menstabilkan tekanan pada batas permukaan bensin agar tetap/konstan, atau agar tekanan yang berada di ruang pelampung sama dengan tekanan yang berada di air horn sehingga bahan bakar dapat mengalir dari ruang pelampung ke venturi yang tekanannya lebih rendah.

      Jumlah bahan bakar yang keluar dari main nozzle ditentukan oleh perbedaan antara tekanan udara yang berada di venturi (A) dengan tekanan udara berada di dalam ruang pelampung.

      Fungsi Air Ven Tube Pada Karburator
      Fungsi Air Ven Tube Pada Karburator


      Maka dari itu jumlah bahan bakar yang disalurkan ke venturi melalui main nozzle tergantung pada besarnya vakum yang terjadi di dalam venturi, maka dari itu tekanan yang berada air horn (C) dengan ruang pelampung (B) harus sama. tekanan udara di dalam air horn C dan di dalam ruang pelampung B diusahakan agar sama. 

      Apabila air vent tube dan juga saringan udara ini tersumbat, maka tekanan udara yang berada di air horn akan menjadi rendah apabila dibandingkan dengan tekanan yang berada di dalam ruang pelampung. Hal ini membuat bahan bakar yang keluar dari main nozzle menjadi bertambah, sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi gemuk. Tentu ini sangat merugikan, disamping lebih boros tenaga mesin juga kurang maksimal. Jadi ketika melakukan pembongkaran karburator, jangan lupa periksa air vent tubenya, OK!.

      Kemudian apabila air horn terjadi kebocoran (kendor atau rusak perpaknya) maka akan membuat tekanan yang berada atsmosfir (udara keluar). Ini akan membuat jumlah bahan bakar yang dikirim oleh main nozzle akan bertambah dan campuranpun akan menjadi gemuk.
      Sumber: www.BisaOtomotif.com
      Read More

      Saturday, April 29, 2017

      Sistem Kerja Karburator Pada Stationer dan Kecepatan Lambat

      Sistem kerja pada karburator yang kedua setelah sistem pelampung adalah sistem stationer dan juga sistem kecepatan lambat. Sistem ini menjelaskan cara kerja karburator pada saat mesin masih stationer (idle = pedal gas belum diinjak oleh pengemudi) dan juga pada saat kecepatan lambat.

      Ketika mesin masih berputar lambat dan throttle baru terbuka sedikit, maka udara yang masuk ke karburator jumlahnya juga masih sangat sedikit. Jumlah yang yang sedikit ini belum dapat membuat kevakuman pada ventury, sehingga bahan bakar tidak keluar melalui main nozzle (lihat pada sistem pelampung pada karburator). Maka dari itu primary low speed circuit diperlukan untuk menyalurkan bahan bakar di bawah throtle ketika mesin berputar idle dan kecepatan lambat. Dan berikut ini adalah penjelasannya :

      1. Cara kerja karburator pada saat mesin berpurat idling (stationer)

      Sitem Kerja Karburator Pada Saat Idle (Stationer)
      Sitem Kerja Karburator Pada Saat Idle (Stationer)

      Untuk memudahkan dalam memahami, silahkan lihat gambar dibawah ini. Apabila throttle valve (katup throttle) tertutup atau terbuka (sedikit sekali) maka yang terjadi pada bawah throttle valve adalah kevakuman yang besar (terjadi ketika langkah hisap). Sehingga akan menghisap bahan bakar yang telah bercampur dengan udara, campuran udara dan bahan bakar ini akan keluar dari idle port ke intake manifold dan akan masuk ke dalam silinder ketika langkah hisap.

      2. Cara kerja karburator pada saat kecepatan lambat (throttle valve dibuka sedikit)

      Sistem kerja karburator pada saat kecepatan lambat
      Sistem kerja karburator pada saat kecepatan lambat
      Ketika throttle valve dibuka sedikit dari pada keadaan stationer, maka jumlah udara yang mengalir akan bertambah. Hal ini tentu akan membuat kevakuman dibawah throttle menjadi berkurang, bahan bakar yang keluar dari idle port pun akan berkurang, sementara itu dari main nozzle belum keluar. Tentu ini akan membuat kekurangan bahan bakar, untuk mengatasinya maka karburato ditambah dengan sistem kecepatan lambat, pada saat ini pasokan bahan bakar akan bertambah dan keluar dari slow port.

      3. Sekrup penyetel campuran idle

      Untuk mengatur perbandingan antara udara dan bahan dibuat sekrup penyetel campuran idle, sekrup ini akan mengatur campuran udara dan bahan bakar ketika putaran idle. Kita dapat menyetelnya dengan cara memutarnya.  

      4. Slow Jet

      Jumlah bahan bakar yang disupplya untuk primary low speed circuit, diatur oleh slow jet. Bahan bakar akan melalui slow jet, ini kemudian akan m elewati sekrup penyeterl campuran idle dan bahan bakar akan keluar melalui idle port.

      5. Air Bleeder

      Air bleeder ini berguna untuk membantu atomisasi bahan bakar dan bercampur dengan udara.

      6. Economizer Jet

      Economizer jet ini berguna untuk menambah keceppatan aliran bahan bakar sehingga diperoleh campuran yang baik antara udara dan bahan bakar dari air bleeder.

      SUmber: www.Bisaotomotif.com
      Read More

      Saturday, April 22, 2017

      Tipe-Tipe Karburator Pada Motor dan Mobil

      Tipe tipe karburator pada motor dan mobil ada beberapa macam, pembagiannya pun dibagi menjadi beberapa bagian seperti berdasarkan jumlah venturinya atau tipe arus dan jumlah barel. Karburator adalah salah satu komponen pada sistem bahan bakar bensin yang berguna untuk mencampur udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang diusahakan sesuai dengan kebutuhan mesin. Oke, langsung saja berikut adalah tipe tipe karburator.

      A. Tipe karburator berdasarkan jenis ventury

      Tipe Karburator berdasarkan tipe ventury
      Tipe Karburator berdasarkan tipe ventury
      Jenis ventury yang digunakan pada mobil ataupun motor biasanya terdapat 3 tipe, yaitu venturi tetap (fixed venturiw), variable venturi, dan valve venturi. Variable venturi adalah tipe venturi yang paling sering digunakan, permukaan venturi pada venturi jenis ini di atur sesuai dengan banyak sedikitnya udara yang dihisap. 

      Karburator tipe "N" pada mesin Daihatsu kayaknya sudah menggunakan venturi yang berjenis air valve, sehingga karburator ini membukanya air valve diatur dengan besarnya udara yang dihisap. Walaupun berbeda jenisnya dengan variable venturi tetapi kerjanya hampir sama dengan venturi tipe variabel.

      B. Tipe karburator berdasarkan tipe aliran

      Tipe karburator berdasarkan tipe aliran
      Tipe karburator berdasarkan tipe aliran
      Karburator dapat dibedakan dari jenis alirannya. Karburator yang mencampur udara dan bahan bakar yang keluarnya mengara ke bawah disebut karburator arus turun, sedang yang keluarnya ke sisi (mendatar) disebut karburator arus datar. Pada mobil mobil karburator arus turun lebih banyak digunakan daripada tipe arus datar. 

      C. Tipe karburator berdasarkan jumlah barel

      Tipe karburator berdasarkan jumlah barrel
      Tipe karburator berdasarkan jumlah barrel
      Barel adalah saluran untuk mencampur udara dan bahan bakar yang mengalir dari ventury ke inlet karburator. Bila hanya terdapat satu barel, maka karburator disebut dengan karburator singgle barel, tetapi bila terdapat dua disebut dengan karburator double barrel. Pada umumnya karburato singgle barel digunakan untuk mesin yang memiliki kapasitas kecil, sedangkan double barrel digunakan pada mesin yang memiliki kapasitas yang lebih besar atau sedang.

      Sumber: www.BisaOtomotif.com
      Read More

      Friday, March 31, 2017

      Fungsi dan Cara Kerja Solenoid Valve Pada Karburator

      Pada karburator terdapat katup solenoid atau solenoid valve. Postingan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang sistem stationer dan kecepatan lambat pada karburator, karena komponen ini bekerja pada saat putaran mesin stationer (idle). Pada mobil diesel sering terjadi mesin hidup walaupun kunci kontak "OFF", di mobil bensin pun juga bisa terjadi. Peritiwa ini disebut dengan Dieseling. Pada mobil bensin, dieseling disebabkan oleh campuran udara dan bahan bakar yang terbakar oleh panas yang berlebihan pada busi atau kerak yang membara yang menempel pada ruang bakar atau katup buang. 

      Nah, untuk mencegah terjadinya dieseling pada mesin bensin, maka pada karburator dipasangi dengan katup solenoid (solenoid valve). Katup ini akan menghentikan supply bahan bahan bakar yang keluar melalui idle port, sehingga bahan bakar yang menuju ruang bakar hanya sedikit sekali sedangkan udara banyak, otomatis mesin akan mati dan tidak mengalami dieseling (mesin hidup walaupun kunci kontak sudah dalam posisi OFF).

      Fungsi Solenoid Valve

      Fungsi katup solenoid adalah untuk menghentikan supply bahan bakar yang menuju idle port, sehingga bahan bakar tidak keluar dari idle port dan tidak terjadi dieseling (mesin masih hidup ketika kunci konntak off).

      Cara Kerja Solenoid Valve

      Solenoid Valve Pada Karburator
      Solenoid Valve Pada Karburator
      Apabila mesin dihidupkan atau kunci kontak dalam posisi ON maka katup solenoid akan tertarik/terbuka membuka saluran bahan bakar sehingga bahan bakar dapat mengalir ke low speed circuit dan keluar dari idle port.

      Solenoid Valve Pada Karburator
      Solenoid Valve Pada Karburator
      Ketika mesin dimatikan (kunci kontak OFF) maka solenoid valve ini akan menutup saluran bahan bakar, sehingga bahan bakar tidak dapat keluar melalui idle port. Mesin dapat mati, dan tidak mengalami dieseling. 

      Untuk melihat cara kerja katup solenoid ketika membuka dan menutup dapat melihat gambar di atas. Biasanya katup solenoid terdiri dari satu kabel, kabel ini dihubungkan dengan terminal IG kunci kontak atau pada + koil (intinya disambungkan dengan kabel yang ketika IG mendapatkan arus, dan ketika kunci kontak OFF arus juga terputus). Ada juga katup solenoid yang terdiri dari 2 kabel, kabel yang satu dihubungkan dengan massa.

      Bila terjadi kerusakan pada katup solenoid atau sirkuitnya maka dapat menyebabkan mesin tidak normal, terutama pada saat idle. Misal saja tidak sirkuit putus, maka katup solenoid akan tertutup terus, akibatnya bahan bakar tidak dapat keluar dari idle port sehingga kekurangan bahan bakar. Mesin pun akan mati, tetapi apabila dihidupkan kemudian digas maka mesin dapat hidup lebih lama, ketika tidak di gas maka mesin akan mati (tidak stationer). Jadi apabila katup solenodi tidak membuka, mesin dapat hidup tapi tidak dapat staioner (idle).
      Sumber: www.bisaotomotif.com
      Read More

      Monday, March 20, 2017

      Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar

      Salah satu komponen sistem bahan bakar adalah fuel filter. Fuel system pada kendaraan berguna untuk menyediakan, mengalirkan, menyaring bahan bakar untuk proses pembakaran di dalam silinder. Setiap kendaraan baik itu mobil, bus atau yang lainnya pasti pada fuel systemnya terdapat saringan bahan bakar atau fuel filter. Pada mobil bensin dan diesel pun juga terdapat fuel filter ini.

      Pasalnya kebersihan dari bahan bakar sangat penting, terdapat kotoran sedikit saja maka dapat menyumbat aliran bahan bakar yang dapat mengganggu kinerja dari sistem bahan bakar. Bila tersumbatnya banyak, bisa jadi mobil tidak dapat dihidupkan karena aliran bahan bakar tersumbat.

      Untuk menjaga agar bahan selalu dalam kondisi yang bersih, maka terdapat komponen yang diberi nama dengan FUEL FILTER. Fuel Filter ini dalam bahasa Indonesia berarti saringan bahan bakar. Komponen yang satu ini pasti ada di setiap kendaraan, baik itu mobil ataupun motor, baik itu yang menggunakan bahan bakar bensin atau yang menggunakan bahan bakar solar.

      Dari uraian diatas sebenarnya sudah dapat diketahui fungsi dari fuel filter. Tapi agar lebih jelasnya berikut ini kami sebutkan fungsi dari saringan bahan bakar atau fuel filter.

      Pada intinya saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran dan air yang terdapat pada bahan bakar agar nantinya tidak menyumbat aliran bahan bakar yang dapat menimbulkan berbagai masalah.
      Biasanya fuel filter ini diletakkan diantara tangki dan juga pompa bahan bakar. Pada saringan bahan bakar untuk mobil bensin, elemen filter yang berada didalamnya, dapar menurunkan kecepatan aliran bahan bakar, sehingga air dan partikel kotoran yang massanya lebih berat dari bahan bakar akan turun dan mengendap dibawah.

      Saringan bahan bakar ini umumnya tidak bisa dibuka, namun dapat dibersihkan apabila kotorannya belum parah. Bila sudah parah maka lebih baik diganti, dan bila rusak juga harus diganti karena tidak dapat dibuka dan dibersihkan. Berikut ini adalah penampakan dari fuel filter atau saringan bahan bakar pada mobil yang berbahan bakar bensin.  

      Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar
      Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar
      Sumber: BisaOtomotif.com
      Read More

      Sunday, March 19, 2017

      Prinsip Kerja dan Kontruksi Dasar Karburator

      BisaOtomotif.com - Nah, pada malam hari ini BisO akan share tentang prinsip kerja dan juga kontruksi dasar dari karburator. Pada mobil maupun pada motor fungsi karburator adalah untuk Mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke silinder mesin dalam perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

      " Prinsip Kerja Karburator "

      Untuk memahami prinsip kerja dari karburator, kita dapat melihat prinsip pengecetan dengan menggunakan semprotan. Karena kedua-duanya menggunakan dasar kerja yang sama. Perhatikan gambat dibawah ini untuk lebih memahaminya, ketika seseorang meniup dari salah satu ujung penyemprot, dan disemprotkan ke arah pipa yang bagian bawahnya terdapat cairan, maka akan membuat tekanan didalam pipa turun. Sehingga cairan yang ada pada tabung penyemprot akan terhisap ke dalam pipa, dan akan terbentuk partikel-partikel kecil saat terkena hembusan udara. 


      prinsip kerja dari karburator
      prinsip kerja dari karburator


      Semakin cepat orang tersebut menghembuskan udara, maka semakin banyak air yang terhisap ke dalam pipa. Anda bisa mencobanya dirumah untuk membuktikan peristiwa seperti ini, dan anda akan tahu prinsip kerja dari karburator.

      " Kontruksi Dasar Karburator "

      Kontruksi dasar karburator dapat anda lihat di gambar dibawah ini. Yang mana ini adalah gambar dengan komponen paling utama dan dasar dari sebuah karburator, komponen utamanya antara lain ada venturi, main nozzle, chooke valve, throttle valve, idle  mixture adjusting scre, float, needle valve, float chamber.

      Kontruksi Dasar Karburator
      Kontruksi Dasar Karburator
      Karena ini hanya dasar, jadi penjelasannya mungkin belum detail. Untuk detailnya anda dapat mempelajari pada sistem kerja pada karburator. 

      Pada saat langkah hisap, piston akan bergerak dari TMA ke TMB, sehingga akan membuat kevakuman di dalam ruang bakar. Katup hisap pada saat ini juga sudah membuka. Hal ini akan menghisap udara, udara dari luar akan masuk melewati filter udara kemudian karburator.

      Besarnya udara yang masuk ke silinder ini diatur oleh katup throttle atau throttle valve, yang mana gerakannya diatur oleh pedal gas. Letakknya paling kanan disamping dari pedal rem yang berada di tengah.

      Semakin pengemudi menginjak pedal gas, atau semakin throttle valve membuka maka aliran udaya yang masuk melalui saluran sempit (venturi) akan semakin bertambah, dan pada ventury tekanannya juga akan turun. Hal ini akan membuat bensin yang berada di dalam ruang pelampung akan terhisap dan keluar melalui main nozzle.

      Jumlah udara maksimum yang masuk ke karburator adalah saat mesin berpurat pada kecepatan tinggi dan posisi throttle valve terbuka penuh. Kecepatan udara yang bergerak melalui ventury meningkat, dan bensin yang keluar dari main nozzle juga bertambah banyak.

      Sumber: Bisaotomotif.com
      Read More

      Pelampung Pada Sistem Kerja Karburator

      Salah satu sistem kerja pada karburator adalah sistem pelampung.
      Fungsi dari sistem pelampung adalah untuk Mengatur batas permukaan bensin dalam ruang pelampung agar relatif tetap (kostan). Semua karburator pasti terdapat sistem pelampung, mungkin hanya kontruksi atau bentuknya saja yang berbeda tetapi pada prinsipnya kerjanya sama. Untuk memahami cara kerjanya silahkan lihat gambar dibawah ini.

      Alasan mengapa sistem pelampung ada pada karburator

      Sistem Pelampung
      Sistem Pelampung

      Ketika pedal gas diinjak, maka udara akan mengalir melalui venturi. maka pada ventury akan terjadi kevakuman (tekanan rendah), hal ini akan membuat bahan bakar dari ruang pelampung akan keluar melalui main nozzel (nosel utama). Apabila perbedaan tinggi (h = LIHAT GAMBAR diatas) antara bibir nosel dan permukaan bahan bakar dalam ruang pelampung telah berubah, maka jumlah bahan bakar yang dikeluarkan oleh nosel akan berubah juga. Maka permukaan bahan bakar yang berada di dalam ruang pelampung harus tetap (tidak boleh kurang ataupun kelebihan), agar permukaan bahan bakar ini tetap diperlukan suatu sistem, yang sekarang ini kita kenal sebagai sistem pelampung.

      Cara kerja sistem pelampung pada sistem kerja karburator


      1. Pengontrolan permukaan bahan bakar (Float Control Level)
      Ketika bahan bakar dalam hal ini bensin yang telah dipompa oleh pompa bahan bakar, kemudian masuk ke ruang pelampung melalui needle valve yang terbuka. Pada saat terisi, maka pelampung lama-kelamaan akan terangkat. Dan needle valve akan menutup saluran dari pompa bahan bakar, sehingga bensin tidak dapat masuk ke ruang pelampung.

      Cara Kerja Sistem Pelampung
      Cara Kerja Sistem Pelampung
      Bahan bakar tidak selamanya berada di ruang pelampung, bensin akan dipakai dalam proses pembakaran. Ketika bahan bakar di ruang pelampung berkurang, maka pelampung (float) akan bergerak turun (ke bawah). Needle valve juga ikut turun, sehingga saluran dari pompa bahan bakar akan terbuka. Bahan bakar akan masuk lagi ke ruang pelampung, ketika sudah penuh saluran akan tertutup lagi. Ketika berkurang akan terbuka lagi begitu seterusnya.

      Sumber:: Bisaotomotif.com
      Read More