Tuesday, June 18, 2019

Cara Melacak Karburator Banjir dan Solusinya

karbu banjir ditandai dengan keluarnya bensin dari slang buang di bawah bak karbu dan tak membasahi bodi karbu. Namun bila slang buang tersumbat, bensin naik ke atas dan keluar lewat lubang hawa atau masuk ruang bakar.odi karbu terlihat basah kuyup karena bensin keluar dari lubang hawa. Selain itu, bensin naik tadi juga masuk ruang bakar dan biasanya bikin mesin sulit hidup.

Apa yang harus di cek bila menemukan karburator bensinnya bocor/banjir?5 langkah tersebut adalah

1.Keran Bensin dol
Misalkan keran bensin manual rusak atau vakumnya enggak fungsi. Meski bensin tak langsung mengucur ke bak karbu lantaran ditahan jarum pelampung, namun bila keseringan dan menyebabkan jarum pelampung aus atau tersumbat kotoran tetap saja bensin bisa mengalir.

2.Jarum pelampung Aus / Seat(dudukan)jarum pelampung Aus
Salah satu efek dari keran bensin dol karena terus menerus menahan bensin yang mengalir ke karburator karena vakum bensinya rusak.Penyebab lainya bisa juga karat yang ada di tangki menyumbat antara seat dan jarum pelampung

3.Pelampung bocor
Namanya juga pelampung,pelampung disini berfungsi sebagai indikator bensin dan diikat dengan jarum pelampung.Apabila rusak,ga ada yang buat mendorong jarum pelampung ke atas dan menutup saluran bensin.

4.Setelan pelampung terlalu rendah
Masih dipelampung,dicek keran bensinya bagus,terus cek jarum pelampung dan seatnya ok,serta pas diliat pelampunya juga bagus.Sekarang pasang pelampung beserta jarumnya dan liat apakah tinggi pelampung terlalu rendah.Idealnya 90derajat dengan Mainjet & Pilotjet.Maksudnya lurus gt,ga turun ga naik.Cara setelnya kalau dari logam tinggal cungkil2 aja,terus buat yang tipe plastik bisa pakai solderbuat manasin tuas yang nekan jarum pelampung.Cara mengeceknya,pasang karbu tes ketinggian bensinnya,kalau ga banjir berarti bagus.Terus ga kalah penting lagi volume bensin yang di mangkuk harus cukup untuk merendam mainjet & pilotjet! ga boleh kurang.Kalau kurang nanti suplai bensin berkurang (bensin telat)

5.Karet seal mangkuk karbu bocor
Hal yang paling mudah,Bocornya bensin dari mana sih?“Biasannya bodi karbu terlihat basah kuyup karena bensin keluar dari sela sela sekat antara atas dan bawah.

Kalau diakalin masih tidak bisa juga.Pergi aja ke toko Spareparts motor,Toko banyak yang jual kok repair kit plus sama pelampunya (KW).Buat yang mau beli yang asli ada di delaer dengan pembelian spirit(terpisah) dan dengan harga yang wah..!
Read More

Tips Cara Mudah Membuat Anti Maling Motor


Beberapa motor keluaran baru sudah dilengkapi dengan engine stop terutama pada motor yang mempunyai kapasitas mesin besar. Pada motor balap, engine stop sangat berguna di saat darurat. Ketika motor terjatuh, maka langsung tekan engine stop agar mesin langsung mati.

Kalau di motor harian, engine stop bisa dipakai sebagai kunci rahasia. Disimpan di bawah jok supaya motor aman dari incaran maling. Cara pemasanganya mudah dan bisa dilakukan di rumah. Ikuti langkah-langkah berikut : 
  1. Potong kabel CDI yang nyambung ke massa bodi. Penting untuk di ingat bahwawarna kabel massa tiap motor itu beda. Di Honda warna kabel massanya hijau, di Yamaha hitam dan Suzuki hitam bergaris putih. Jadi, jangan sampai salah potong.
  2. Setelah potong kabel massa CDI, ujungnya disambungkan ke dua kabel. Satu kabel disambung yang dari CDI dan satu kabel lagi disambung dengan kabel massa bodi yang dipotong itu. Supaya aman langsung diisolasi.
  3. Kemudian dari ujung dua kabel itu dipasang sakelar. Supaya rapi, gunakan solder dan timah untuk merekatkannya.
  4. Setelahdisambungkan, simpan sakelar di tempat yang paling aman.

 Mudah bukan…., ayo buruan dicoba!
Read More

PENGERTIAN DAN CARA KERJA MESIN 4 TAK, 2 TAK 4 TAK

PENGERTIAN DAN CARA KERJA MESIN 4 TAK, 2 TAK

4 TAK 

Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus :
Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder.  Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
Prosesnya adalah ;
  1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).
  2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
  3. Kruk As berputar 180 derajat
  4. Noken As berputar 90 derajat
  5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder

LANGKAH KOMPRESI
Langkah Kompresi
Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.
Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.
Prosesnya sebagai berikut :
  1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
  2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
  3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
  4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
  5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
  6. Noken as mencapai 180 derajat

LANGKAH TENAGA
Langkah Tenaga
Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
Prosesnya sebagai berikut :
  1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
  2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
  3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
  4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
  5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
  6. Putaran Noken As 270 derajat

LANGKAH BUANG
Exhaust stroke
Exhaust stroke
Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
Prosesnya adalah :
  1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
  2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
  3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
  4. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
  5. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)

FINISHING PENTING — OVERLAPING
Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap. Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja.
manfaat dari proses overlaping :
  1. Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran
  2. Pendinginan suhu di ruang bakar
  3. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
  4. memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar
2 TAK 

Mesin dua tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi dua langkah piston, berbeda dengan putaran empat-tak yang mempunyai empat langkah piston dalam satu siklus pembakaran, meskipun keempat proses (intake, kompresi, tenaga, pembuangan) juga terjadi.
Mesin dua tak juga telah digunakan dalam mesin diesel, terutama rancangan piston berlawanan, kendaraan kecepatan rendah seperti mesin kapal besar, dan mesin V8 untuk truk dan kendaraan berat lainnya.

Animasi cara kerja mesin dua tak.

PRINSIP KERJA

Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif :
  • TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
  • TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
  • Ruang bilas yaitu ruangan dibawah piston dimana terdapat poros engkol (crankshaft), sering disebut dengan bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.
  • Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.

Langkah kesatu

Piston bergerak dari TMA ke TMB.
  1. Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB, maka akan menekan ruang bilas yang berada di bawah piston. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB, tekanan di ruang bilas semakin meningkat.
  2. Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan terlebih dahulu.
  3. Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
  4. Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan dalam ruang bilas akan terpompa masuk dalam ruang bakar sekaligus mendorong gas yang ada dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
  5. Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas dalam ruang bilas masuk ke dalam ruang bakar

Langkah kedua

Piston bergerak dari TMB ke TMA.
  1. Pada saat piston bergerak TMB ke TMA, maka akan menghisap gas hasil percampuran udara, bahan bakar dan pelumas masuk ke dalam ruang bilas. Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi. 
  2. Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi gas yang terjebak dalam ruang bakar.
  3. Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
  4. Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi menyala untuk membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi sebelum piston sampai TMA dengan tujuan agar puncak tekanan dalam ruang bakar akibat pembakaran terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB karena proses pembakaran sendiri memerlukan waktu dari mulai nyala busi sampai gas terbakar dengan sempurna.

PERBEDAAN DESAIN DENGAN MESIN EMPAT TAK

  • Pada mesin dua tak, dalam satu kali putaran poros engkol (crankshaft) terjadi satu kali proses pembakaran sedangkan pada mesin empat tak, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua kali putaran poros engkol.
  • Pada mesin empat tak, memerlukan mekanisme katup (valve mechanism) dalam bekerja dengan fungsi membuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan, sedangkan pada mesin dua tak, piston dan ring piston berfungsi untuk menbuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan. Pada awalnya mesin dua tak tidak dilengkapi dengan katup, dalam perkembangannya katup satu arah (one way valve) dipasang antara ruang bilas dengan karburator dengan tujuan :
    1. Agar gas yang sudah masuk dalam ruang bilas tidak kembali ke karburator.
    2. Menjaga tekanan dalam ruang bilas saat piston mengkompresi ruang bilas.
  • Lubang pemasukan dan lubang pembuangan pada mesin dua tak terdapat pada dinding silinder, sedangkan pada mesin empat tak terdapat pada kepala silinder (cylinder head). Ini adalah alasan paling utama mesin 4 tak tidak menggunakan oli samping.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihan mesin dua tak

Dibandingkan mesin empat tak, kelebihan mesin dua tak adalah :
  1. Mesin dua tak lebih bertenaga dibandingkan mesin empat tak.
  2. Mesin dua tak lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin empat tak.
    • Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga (power to weight ratio) mesin dua lebih baik dibandingkan mesin empat tak.
  3. Mesin dua tak lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya yang sederhana.
Meskipun memiliki kelebihan tersebut di atas, jarang digunakan dalam aplikasi kendaraan terutama mobil karena memiliki kekurangan.

Kekurangan mesin dua tak

Kekurangan mesin dua tak dibandingkan mesin empat tak
  1. Efisiensi mesin dua tak lebih rendah dibandingkan mesin empat tak.
  2. Mesin dua tak memerlukan oli yang dicampur dengan bahan bakar (oli samping/two stroke oil) untuk pelumasan silinder mesin.
    • Kedua hal di atas mengakibatkan biaya operasional mesin dua tak lebih tinggi dibandingkan mesin empat tak.
  3. Mesin dua tak menghasilkan polusi udara lebih banyak, polusi terjadi dari pembakaran oli samping dan gas dari ruang bilas yang terlolos masuk langsung ke lubang pembuangan.
  4. Pelumasan mesin dua tak tidak sebaik mesin empat tak, mengakibatkan usia suku cadang dalam komponen ruang bakar relatif lebih rendah.
Read More

Perbedaan Freload Dan Backlash Lengkap Beserta Cara Pengukurannya Pada Difrential Gardan

Pengukuran merupakan salah satu faktor yang sangat fital dalam memperbaiki sebuah komponen ataupun peralatan otomotif. Dengan adanya pengukuran maka kita dapat menyimpulkan apakah sebuah komponen tersebut layak atau tidak untuk dapat dipakai kembali. Bukan hanya itu, pengukurannya juga harus dilakukan dengan baik sesuai dengan standar operasional prosedur. Jika pengukurannya salah maka otomatis hasilnya juga akan salah. 

Pengkuruan pada komponen - komponen difrential ( Gardan ) sangat beragam jenis pengukurannya. Namun ada 2 ( dua ) pengukuran yang menjadi kewajiban yang harus dilakukan saat pemasangan dilakukan. Yaitu : 

I. Pengukuran Baclash  dan pengukuran Preload. 
Baclash adalah titik bidang pertemuan diantara 2 ( dua ) roda gigi yang bersentuhan. 

melihat titik kontak diantara dua roda gigi yang bersentuhan
Melihat titik kontak diantara dua roda gigi yang bersentuhan dengan menggunakan  Cat



 II. Pengukuran Preload. 
 Preload adalah besarnya momen / gaya  awal yang diperlukan  untuk memutarkan sebuah poros. 


gaya/momen awal untuk memutarkan pinion gear
Gaya/momen awal untuk memutarkan pinion gear
Lalu bagaimanakah cara pengukuran kedua hal tersebut diatas ? baiklah sekarang akan kita bahas bagaimana mengukur backlash dan freload pada difrential ( gardan ) dengan baik dan benar. 

a. Cara Pengukuran Backlash

Adapun caranya sebagai berikut : 

1. Pasangkan dial gauge berikut stand dengan posisi jatuhnya jarum dial tegak lurus ( 90 derajat ) terhadap gigi ring gear  untuk medapatkan keakuratan hasil pengukuran

2. Goyangkan ring gear dari kiri kekanan secara berulang - ulang dari posisi mentok kiri sampai mentok kanan 

3. Lakukan hal tersebut pada minimal 4 posisi

4. Baca berapa besar nilai yang ditunjukkan oleh jarum

5. Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai pada buku manual sampai sesuai dengan nilai spesifikasi, jika belum dapat lakukan penyetelan dengan memutarkan mur penyetel (Difrential bearing Adjusting Nut). 

6. Berilah Cat salah satu roda gigi (A) , dan putarlah bagian roda gigi yang diberi cat (A) hingga bertemu dengan roda gigi yang lain (B). Lihat dan perhatikan bentuk sentuhannya pada roda gigi yang tidak diberi cat ( B). 


b. Cara Pengukuran Preload Bearing Drive Pinion

Fungsi dari pengukuran Preload Bearing Drive Pinion adalah Untuk mendapatkan penekanan bearing drive pinion yang benar ( tidak terlalu berat maupun ringan ). 
  
penyetelan preload pada bearing drive pinion
Penyetelan preload pada bearing drive pinion

Adapun Cara Pengukurannya adalah sebagai berikut : 
Pastikan sebelum dilakukannya pengukuran adalah semua komponen sudah dalam keadaan terlumasi saat pemasangan. Hal ini mencegah terjadinya kesat / hambatan putaran. 

1. Pasang shim pada drive pinion
2. Pasang drive pinion pada carrier
3. Pasang bearing depan, companion flange & ring pelat
4. Keraskan mur pengunci sesuai dengan spesifikasi
5. Putar companion flange ke kiri dan kekanan agar bearing benar – benar duduk
6. Lakukan pengukuran preload bearing

Penambahan dan pengurangan shim pada drive pinion
Penambahan dan pengurangan shim pada drive pinion

Dengan menambah atau mengurangi ketebalan shim yang terletak diantara bearing dalam,spacer dan bearing luar drive pinion.  Jika jarak antara bearing luar dan bearing dalam drive pinion semakin panjang, maka preload bearing akan semakin kecil, dan jika semakin pendek maka preload semakin besar.

Demikianlah Perbedaan Freload Dan Backlash Lengkap Beserta Cara Pengukurannya Pada Difrential Gardan Semoga bermanfaat
Read More

Nama Komponen - Komponen dan Fungsi Motor Stater Lengkap Beserta Gambarnya

Nama Komponen - Komponen dan Fungsi Motor Stater Lengkap Beserta Gambarnya
Add caption

Motor stater terdiri dari beberapa macam komponen yang berkerja saling menudukung. Untuk mengetahui cara kerja sistem motor stater, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui fungsi komponen- komponennya. 

Atas dasar itu, saya akan coba menjelaskan beberapa komponen - komponen penting pada motor stater. Diantaranya yaitu : 

1. Switch Magnetic 
Fungsi Switch lever adalah untuk menghasilkan kemagnetan full in coil ( mendorong ) dan Hold In Coil ( Menahan )
magnetic switch
Magnetic switch



2. Yoke 
Fungsi Yoke adalah sebagai bantalan ( rumah ) fiel coil. 

Yoke motor stater
Yoke motor stater


3. Armature 
Fungsi Armatur  adalah untuk menghasilkan garis - garis gaya magnet yang mengakibatkan armatur berputar didalam fiel coil. 

armatur
Armatur 


4. Sikat ( Brush )
Fungsi sikat / brush adalah sebagai penghubung tegangan yang masuk ke armatur yang berasal dari fiel coil. Material brush yang terbuat dari karbon akan mudak aus. Jika terjadi keausan melebihi batas minimal, maka ganti brush dengan yang baru. Karena jika tidak diganti, maka tegangan yang mengalir ke armatur akan terhambat yang mengakibatkan putaran motor stater tidak akan sempurna atau bahkan sama sekali tidak berputar. 
brush
Brush



5. Tuas Penggerak ( Drive Lever )
Fungsi tuas penggerak adalah untuk mendorong gigi pion memutarkan flywhell saat mulai stater dan menarik gigi pinion saat stater Off.
drive lever
Drive lever



6. Kopling ( Cluth ) 
Fungsi kopling / cluth yang bersatu dengan gigi pinion adalah meneruskan putaran armature ke flywheel dan mencegah terjadinya perpindahan putaran dari mesin ke motor stater. 

Kopling
Kopling






Cara kerja Magnetic Swith 
Pada saat start :
Jika outer race berputar lebih cepat dari inner race, maka roller akan terdorong oleh pegas ke sisi yang sempit, akibatnya inner race ikut berputar 

Setelah mesin hidup :
Jika inner race berputar lebih cepat dari outer race ( karena terbawa oleh putaran fly wheel ), roller akan terbawa ke sisi yang lebih lebar ( melawan pegas ), akibatnya inner race tidak berhubungan dengan outer race 
Read More

Cara Menghitung Perbandingan Gigi Pada Transmisi Mobil Leengjkap dengan Gambarnya

Pada saat kendaraan mulai berjalan atau menanjak, memerlukan moment yang besar untuk itu dibutuhkan beberapa bentuk mekanisme perubah moment. Sedangkan pada saat kendaraan berjalan pada kecepatan yang tinggi pada jalan datar moment yang besar tidak diperlukan lagi, karena moment mesin cukup untuk menggerakkan kendaraan.

Berikut ini adalah cara menghitung perbandingan gigi transmisi,

1. Rumus perbandingan 2 roda gigi

Konstruksi Perbandingan 2 gigi


GR (Gear Ratio) = Gigi yang diputar (B) 
                               Gigi yang memutar (A)

Contoh : Gigi A jumlah giginya : 24
               Gigi B jumlah giginya : 35

jadi hasil perbandingannya yaitu  35/24 = 1,458 
Artinya, Untuk memutarkan 1 x putaran penuh gigi B, maka gigi A harus berputar sebanya 1,458 kali putaran.


2. Rumus Perbandingan 4 Roda Gigi
Konstruksi Perbandingan 4 Gigi
 Keterangan gambar :
A = Gigi Input
B = Gigi Counter Gear Input
C = Gigi Counter Gear Percepatan
D = Gigi Percepatan

Sedangkan rumusnya yaitu :
Rumus perbandingan 4 roda gigi
Contoh:
Hasil analisa tranmisi mobil Suzuki Katana 5 speed diperoleh hasil sebagai berikut :
Gigi Percepatan 1 
A = 24
B = 35
C = 15
D = 36

Hasil = 35/24  X 36/15 = 3,5
Artinya : Pada kecepatan gigi 1, untuk memutrakan poros output 1 kali  putaran penuh, maka poros input harus berputar sebanyak 3,5 kali.

Gigi Percepatan 2 
A = 24
B = 35
C = 25
D = 32

Hasil = 35/24 X 32/25 = 1,9
Artinya : Pada kecepatan gigi 2, untuk memutrakan poros output 1 kali  putaran penuh, maka poros input harus berputar sebanyak 1,9 kali.

Gigi Percepatan 3
A = 24
B = 35
C = 31
D = 29

Hasil = 35/24 X 29/31 = 1,3
Artinya : Pada kecepatan gigi 3, untuk memutrakan poros output 1 kali  putaran penuh, maka poros input harus berputar sebanyak 1,3 kali.

Gigi Percepatan 4
Gigi percepatan 4 mempunyai perbandingan putaran 1 : 1, karena poros input selaras (sejajar) dengan poros Output.

Gigi Percepatan 5
A = 24
B = 35
C = 44
D = 23

Hasil = 35/24 X 23/44 = 0,77
Artinya : Pada kecepatan gigi 5, untuk memutrakan poros output 1 kali  putaran penuh, maka poros input harus berputar sebanyak 0,77 kali.

3. Rumus Perhitungan Pada Posisi Mundur

Konstruksi Putaran Transmisi pada Posisi Mundur

 Keterangan gambar :
A = Gigi Input
B = Gigi Counter Gear Input
C = Gigi Counter Gear mundur
D = Gigi Percepatan Mundur
E = Idle Gear

Rumusnya yaitu :
Rumus Gigi Mundur
Contoh :
A = 24
B = 35
C = 19
D = 41
E = 33

Hasil = 35/24 X 33/19 X 41/33 = 3,146
Artinya : Pada kecepatan gigi mundur, untuk memutrakan poros output 1 kali  putaran penuh, maka poros input harus berputar sebanyak 3,146 kali. Perbedaanya, pada posisi ini putaran poros output berlawan dengan poros input
Read More