Showing posts with label Artikel Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Artikel Otomotif. Show all posts

Thursday, June 20, 2019

Cara Kerja Motor 4 Langkah (4 TAK)

Cara Kerja Motor 4 Langkah (4 TAK) - Sebelum membahas mengenai cara kerja atau prinsip kerja dari motor 4 tak, harus anda ketahui terlebih dahulu definisi dari motor 4 tak. Motor 4 langkah adalah motor yang dalam satu siklus kerjanya (hisap, kompresi, kerja dan buang) membutuhkan 4 langkah piston (2 kali turun, 2 kali naik), 2 putaran poros engkol menghasilkan 1 kali langkah usaha. Jadi motor 4 tak untuk menghasilkan 1 langkah usaha membutuhkan 4 gerakan piston yang terdiri dari 2 kali gerakan turun dan 2 kali gerakan naik. Untuk lebih memahami tentang pengertian dari motor 4 tak ini, akan saya share secara khusus di lain kesempatan. Dan berikut adalah penjelasan tentang cara kerja motor 4 tak.

Sebelumnya pahami terlebih dahulu tentang komponen utama dan fungsinya. Untuk memulainya kita bahas tentang TMA dan TMB. TMA (Titik mati atas) disebut juga dengan TDC (TOP Dead Center) merupakan batas teratas (paling atas) yang dapat piston capai didalam silinder. TMB (Titik mati bawah) disebut juga dengan BDC (Bottom Dead Center) merupakan titik terbawah yang dapat dicapai piston didalam silinder. Yang menjadi acuan adalah piston bagian atas. R merupakan panjang langkah piston disebut juga dengan STROKE.
Cara kerja motor 4 langkah
Cara kerja motor 4 tak

Untuk memahami cara kerja dari motor 4 tak, anda perlu mengetahui beberapa komponennya seperti poros engkol, connecting rod, piston, busi, katup hisap, katup buang, intake manifold, exhaust manifold dan lain sebagainya. Silahkan cari di internet tentang komponen-komponen tersebut. Mungkin saya akan membahas ini juga di blog ini, cari saja di blog bisa otomotif, siapa tahu saya sudah share.

Cara / Prinsip Kerja Motor/Mesin 4 Langkah (4 Tak)
Ada 4 langkah/gerakan piston dalam satu siklus motor 4 tak, yaitu langkah hisap (intake), langkah kompresi, langkah usaha, dan langkah buang. Yang akan saya jelaskan adalah motor 4 tak yang menggunakan bahan bakar bensin, bukan diesel. Karena keduanya sedikit berbeda, apa perbedaanya? Lain kali akan saya bahas. Berikut kami jelaskan satu persatu langkah-langkah dalam mesin 4 tak.

Penting !
Untuk mempermudah dalam menjelaskan cara kerja motor 4 tak ini, kami menggunakan penjelasan yang sederhana dan tidak detail seperti yang terjadi kenyataannya. Misal saja pada sesi kali ini belum kami jelaskan masalah overlaping (kondisi ketika kedua katup membuka), kami hanya menjelaskan kondisi katup pada setiap langkah, ada juga adalah pergerakan piston. Selain itu juga belum kami jelaskan mengenai kenapa katup bisa membuka, dan kenapa busi bisa memercikkan bunga api. Intinya artikel ini hanyalah penjelasan sederhana (hanya sebatas prinsip kerja). 

Perhatikan gambar dibawah ini :

Cara Kerja Motor 4 Langkah (4 TAK)
Cara Kerja Motor 4 Langkah (4 TAK)


1. Langkah hisap - cara kerja motor 4 tak
Langkah yang pertama dalam cara kerja motor 4 tak adalah langkah hisap. Langkah ini bertujuan untuk memasukkan campuran udara dan bahan bakar kedalam silinder. Langkah hisap ini juga disebut dengan intake stroke. Pada saat mesin mengalami langkah ini maka yang terjadi adalah :
  • Katup hisap terbuka dan katup buang tertutup
  • Piston bergerak turun dari TMA (Titik mati atas) ke TMB (Titik mati bawah)
  • Campuran udara dan bahan bakar akan masuk kedalam ruang bakar dalam silinder
Pada langkah hisap ini katup hisap dalam kondisi membuka, dan torak bergerak turun sehingga campuran udara dan bahan bakar akan terhisap yang kemudian masuk kedalam ruang bakar (silinder mesin). Kenapa udara dan bahan bakar bisa masuk kedalam ruang bakar? Alasannya adalah ketika kondisi katup terbuka dan piston atau torak ini bergerak turun maka ruangan yang berada di atas piston menjadi vakum (tekanannya rendah/dibawah 1 atm) sehingga campuran udara dan bahan bakar yang memiliki tekanan lebih tinggi (kurang lebih 1 atmosfir) akan masuk kedalam silinder. Ada juga yang mengatakan terhisap masuk ke dalam silinder. Ini juga sesuai dengan hukum alam bahwa udara akan berhembus dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Logikanya hampir sama dengan pada saat anda minum air dengan sedotan.

2. Langkah kompresi (compression) - cara kerja motor 4 tak
Langkah selanjutnya setelah langkah hisap adalah langkah kompresi. Langkah ini bertujuan agar tekanan dari campuran dan bahan bakar meningkat, sehingga akan lebih mudah terbakar dan tenaga yang dihasilkan dapat lebih besar / maksimal. Pada langkah kompresi yang terjadi adalah :
  • Kedua katup (katup hisap dan buang) dalam keadaan menutup
  • Piston bergerak naik dari TMB ke TMA
  • Campuran udara dan bahan bakar ditekan (dimampatkan) sehingga tekanannya naik
Poros engkol sudah berputar satu kali (360 derajat) untuk melakukan 2 langkah (langkah hisap dan langkah kompresi).

3. Langkah usaha - cara kerja motor 4 tak
Setelah langkah kompresi maka akan lanjut kedalam langkah usaha. Langkah ini merupakan langkah yang akan menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan. Pada langkah ini yang terjadi adalah :
  • Kedua katup dalam keadaan menutup
  • Busi (spark plug) memercikkan bunga api
  • Terjadi ledakan yang membuat piston bergerak turun dari TMA ke TMB
Di dalam kendaraan tertuama pada sistem pengisian dikenal komponen yang namanya busi. Busi atau spark plug ini berfungsi untuk memercikkan bunga api guna membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi. Busi akan memercikkan bunga api sesaat beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA (sebelum akhir langkah kompresi). Setelah busi meloncatkan bunga api, maka campuran udara dan bahan bakar akan meledak dan menghasilkan usaha yang besar, piston pun bergerak turun. Dari langkah usaha ini tenaga yang dihasilkan akan dirubah sedemikian rupa untuk menggerakkan kendaraan. Tenaga yang dihasilkan juga membuat piston dapat bergerak naik turun untuk menyelesaikan satu siklusnya (artinya dalam langkah hisap, langkah kompresi, langkah buang piston bergerak karena adanya tenaga yang dihasilkan pada saat langkah usaha).

4. Langkah buang - cara kerja motor 4 langkah
Setelah melakukan langkah usaha maka selanjutnya adalah langkah buang. Langkah ini bertujuan untuk membuang sisa-sisa gas hasil pembakaran. Dalam langkah ini yang terjadi adalah :
  • Katup hisap menutup dan katup buang membuka
  • Piston bergerak naik dari TMB ke TMA
  • Gas buang sisa hasil pembakaran akan keluar dan dibuang melalui knalpot.
Dalam langkah ini gas sisa hasil pembakaran akan disalurkan melalui exhaust manifold dan akhirnya akan keluar ke udara bebas melalui knalpot. 

Pada langkah usaha dan buang, poros engkol berputar 1 putaran. Jadi kalau ditotal dalam satu siklus poros engkol akan berputar 2 kali untuk motor 4 tak. Setelah melakukan langkah buang ini, akan kembali lagi ke langkah hisap, dan begitu seterusnya.

Untuk memahami lebih lanjut, silahkan perbanyak membaca artikel-artikel tentang cara kerja. Tetapi sebelumnya pahami terlebih dahulu nama dan fungsi dari setiap komponen mesin. Baru bisa paham tentang cara kerja.
Read More

Tuesday, June 18, 2019

PENGERTIAN DAN CARA KERJA MESIN 4 TAK, 2 TAK 4 TAK

PENGERTIAN DAN CARA KERJA MESIN 4 TAK, 2 TAK

4 TAK 

Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus :
Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder.  Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
Prosesnya adalah ;
  1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).
  2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
  3. Kruk As berputar 180 derajat
  4. Noken As berputar 90 derajat
  5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder

LANGKAH KOMPRESI
Langkah Kompresi
Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.
Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.
Prosesnya sebagai berikut :
  1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
  2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
  3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
  4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
  5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
  6. Noken as mencapai 180 derajat

LANGKAH TENAGA
Langkah Tenaga
Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
Prosesnya sebagai berikut :
  1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
  2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
  3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
  4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
  5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
  6. Putaran Noken As 270 derajat

LANGKAH BUANG
Exhaust stroke
Exhaust stroke
Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
Prosesnya adalah :
  1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
  2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
  3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
  4. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
  5. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)

FINISHING PENTING — OVERLAPING
Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap. Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja.
manfaat dari proses overlaping :
  1. Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran
  2. Pendinginan suhu di ruang bakar
  3. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
  4. memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar
2 TAK 

Mesin dua tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi dua langkah piston, berbeda dengan putaran empat-tak yang mempunyai empat langkah piston dalam satu siklus pembakaran, meskipun keempat proses (intake, kompresi, tenaga, pembuangan) juga terjadi.
Mesin dua tak juga telah digunakan dalam mesin diesel, terutama rancangan piston berlawanan, kendaraan kecepatan rendah seperti mesin kapal besar, dan mesin V8 untuk truk dan kendaraan berat lainnya.

Animasi cara kerja mesin dua tak.

PRINSIP KERJA

Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif :
  • TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
  • TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
  • Ruang bilas yaitu ruangan dibawah piston dimana terdapat poros engkol (crankshaft), sering disebut dengan bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.
  • Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.

Langkah kesatu

Piston bergerak dari TMA ke TMB.
  1. Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB, maka akan menekan ruang bilas yang berada di bawah piston. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB, tekanan di ruang bilas semakin meningkat.
  2. Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan terlebih dahulu.
  3. Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
  4. Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan dalam ruang bilas akan terpompa masuk dalam ruang bakar sekaligus mendorong gas yang ada dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
  5. Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas dalam ruang bilas masuk ke dalam ruang bakar

Langkah kedua

Piston bergerak dari TMB ke TMA.
  1. Pada saat piston bergerak TMB ke TMA, maka akan menghisap gas hasil percampuran udara, bahan bakar dan pelumas masuk ke dalam ruang bilas. Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi. 
  2. Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi gas yang terjebak dalam ruang bakar.
  3. Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
  4. Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi menyala untuk membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi sebelum piston sampai TMA dengan tujuan agar puncak tekanan dalam ruang bakar akibat pembakaran terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB karena proses pembakaran sendiri memerlukan waktu dari mulai nyala busi sampai gas terbakar dengan sempurna.

PERBEDAAN DESAIN DENGAN MESIN EMPAT TAK

  • Pada mesin dua tak, dalam satu kali putaran poros engkol (crankshaft) terjadi satu kali proses pembakaran sedangkan pada mesin empat tak, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua kali putaran poros engkol.
  • Pada mesin empat tak, memerlukan mekanisme katup (valve mechanism) dalam bekerja dengan fungsi membuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan, sedangkan pada mesin dua tak, piston dan ring piston berfungsi untuk menbuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan. Pada awalnya mesin dua tak tidak dilengkapi dengan katup, dalam perkembangannya katup satu arah (one way valve) dipasang antara ruang bilas dengan karburator dengan tujuan :
    1. Agar gas yang sudah masuk dalam ruang bilas tidak kembali ke karburator.
    2. Menjaga tekanan dalam ruang bilas saat piston mengkompresi ruang bilas.
  • Lubang pemasukan dan lubang pembuangan pada mesin dua tak terdapat pada dinding silinder, sedangkan pada mesin empat tak terdapat pada kepala silinder (cylinder head). Ini adalah alasan paling utama mesin 4 tak tidak menggunakan oli samping.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihan mesin dua tak

Dibandingkan mesin empat tak, kelebihan mesin dua tak adalah :
  1. Mesin dua tak lebih bertenaga dibandingkan mesin empat tak.
  2. Mesin dua tak lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin empat tak.
    • Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga (power to weight ratio) mesin dua lebih baik dibandingkan mesin empat tak.
  3. Mesin dua tak lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya yang sederhana.
Meskipun memiliki kelebihan tersebut di atas, jarang digunakan dalam aplikasi kendaraan terutama mobil karena memiliki kekurangan.

Kekurangan mesin dua tak

Kekurangan mesin dua tak dibandingkan mesin empat tak
  1. Efisiensi mesin dua tak lebih rendah dibandingkan mesin empat tak.
  2. Mesin dua tak memerlukan oli yang dicampur dengan bahan bakar (oli samping/two stroke oil) untuk pelumasan silinder mesin.
    • Kedua hal di atas mengakibatkan biaya operasional mesin dua tak lebih tinggi dibandingkan mesin empat tak.
  3. Mesin dua tak menghasilkan polusi udara lebih banyak, polusi terjadi dari pembakaran oli samping dan gas dari ruang bilas yang terlolos masuk langsung ke lubang pembuangan.
  4. Pelumasan mesin dua tak tidak sebaik mesin empat tak, mengakibatkan usia suku cadang dalam komponen ruang bakar relatif lebih rendah.
Read More

Sunday, March 20, 2016

Inilah Filter Oli All New Satria F150 sama dengan yang Lama

Perlu di pahami dan di mengerti inilah salah satu dari sedikit part yang sama dengan generasi sebelumnya. Harganyapun tergolong terjangkau. Penggantian oli di interval 4000 km dan filter oli per 8000 km. Volume oli dengan pergantian rutin 1,3 liter, bila disertai filter oli 1,4 liter dan bila overhaul 1,5 liter.



Kini perlu kita ketahui bahwa filter oli berfungsi menghilangkan kotoran di mesin seperti partikel logam dan kerak karbon yang dihasilkan oleh pembakaran. Saringan oli yang terkontaminasi partikel logam dan kerak karbon menyebabkan sirkulasi oli tidak lancar. Filter oli menjadi tersumbat sehingga oli menjadi terkontaminasi di dalam mesin tanpa penyaringan. Dengan kondisi seperti ini membuat sirkulasi oli terhambat dan menyebabkan keausan dini pada komponen mesin. Dalam kasus yang terburuk, jika filter oli tidak diganti, mesin akan mengalami kerusakan yang fatal.
Read More

Tuesday, March 15, 2016

Inilah Penjelasan Sistem AC Mobil.

AC Mobil


1. Fungsi AC
Mengatur suhu udara, mengatur sirkulasi udara, mengatur kelembaban (humidity) udara, dan mengatur kebersihan udara
2. SIKLUS AC
a.Kompresor menghisap Freon pada tekanan rendah dan memompa gas refrigerant ke kondesor dalam kondisi tekanan dan temperatur  tinggi, kondesor ac mengubah Freon dan gas  yang bertekanan tinggi menjadi cair (dingin)
b.Freon cair melewati receiver drier untuk menyaring kotoran
c.Freon cair bertekanan tinggi melewati saluran sempit menuju expansi valve  untuk di kabutkan di evapolator dan evapolator mengubah wujud cair menjadi gas
d.Freon kembali dihisap oleh kompresor dan siklus di mulai dari awal lagi.
3. Komponen utama ac mobil dan Fungsinya:
a.Compressor àMemompa refrigerant yang berupa gas agar memiliki tekanan dan temperature tinggi
b.Condenser àMenyerap panas dan mengubah refrigerant gas menjadi cair (dingin)
c.Dryer/receifer àPenampungan sementara refrigerant cair kemudian mengalirkan ke evapolator melalui expansion valve sesuai beban pendingin yang di butuhkan. Dryer juga menyaring uap air dan kotoran
Bagian atas dari receifer/dryer disediakan gelas kaca ( sight glass ) yang berfungsi untukmelihat sirkulasi refrigerant
d.expansion valveàmengabutkan refrigerant di evapolator untuk mengubah refrigerant cair ke gas
e. evapolator àmenyerap panas udara sehingga menjadi dingin
f. blower àuntuk menghembuskan udara ke Kabin mobil dan dapat diatur kekencangan hembusan udara.
4.Peralatan tambahan yang terdapat pada rangkaian sistem AC mobil.
a.    Pressure Switch (terletak antara expansi valve dengan dryer)
Berfungsi mengontrol tekanan tinggi atau rendah secara otomatis
Tipenya
1.      Tipe dual àsatu swetch untuk keadaan terlalu tinggi dan rendah
2.      Tipe single àsitch terpisah
b.    Alat Pencegah Pembekuan ( Anti Frosting Devices )
Berfungsi untuk menjaga kestabilan dingin
a.       Tipe thermostor
b.      Tipe EPR
c.    Stabilizer putaran mesin
Berfungsi untuk menstabilkan putaran mesin dengan sensor RPM  agar mesin tidak mudah mati
d.    Peralatan idle up
Meningkatkan RPM pada posisi idle dan ac dalam keadaan hidup
e.    Sistem pelindung tali penggerak compressor
Berfungsi untuk menjaga tali penggerak compressor saat terjadi kemacetan
f.     Sistem kontrol kompressor dua tingkat (mode ekonomi)
g.    Magnetic valve (terlatak diantara dryer dan expansi valve)
Pengontor temperature dengan cara membuka dan menutup siklus ac

5. Servis/repair AC mobil.
a.    Refrigerant kurang
*  gejalanya
-       ac tidak dingin
-       terdapat gelembung pada kaca pengintai
*  kemungkinan penyebab
terjadi kebocoran siklus
* pemeriksaan
-       mengukur tekanan dengan manifold gauge
-       tinggi 8-0 kg/cm2
-       rendah 0,8 kg/cm2
* pemecahan
-       periksa dengan detector kebocoran dan perbaiki

b.    Pengisian refrigerant berlebihan
*  Gejalanya
-       Dingin tidak maksimum
* kemungkinan penyebab
-       tali kipas kompresor kendor
-       pengisian refrigerian berlebihan
*  pemeriksaan
-       mengukurtekanan dengan manifold gauge
-       tinggi 20 kg/cm2
-       rendah 2.5 kg/cm2
 *pemecahan
-       kurani jumlah refrigerant
-       stel tali kipas
-       bersihkan kondensor
c.    terdapat udara dalam siklus
*  gejala
-       AC tidak terlalu dingin.
*  Pemeriksaan pada manifold gauge :
-       Pengukur tekanan rendah : 2.5 kg/cm2
-       Pengukur tekanan tinggi : 23 kg/cm2
*  Kemungkinan penyebabnya :
-       Ada udara didalam siklus pendingin.
*  Pemecahannya :
-       Periksa kotoran oli dan jumlahnya.
-       Bila oli berwarna hitam (kotor), bersihkan dengan minyak tanah dan
-       semprot dengan kompresor angin.
-        lakukan penyedotan kevakuman kembali.
-       Ganti receifer.
d.    Uap Air Masuk Ke dalam Siklus
*  Gejala yang terlihat pada siklus pendinginan
-        Selama bekerja tekanan pada sisi tekanan rendah (Lo) kadang-kadang menjadi
-       vakum dan kadang-kadang normal.
-       Penyumbatan es pada expansion valve orifice sesaat setelah es mencair,
-       kondisi normal.
*  Pemecahan / perbaikan
-       Ganti receiver dryer dengan yang baru.
-       Pemompaan (evakuasi) vakum diulang untuk membuang embun.
-       Isikan refrigerant dengan jumlah yang benar.
e.     Refrigerant Sukar Bersikulasi
*  Gejala yang terlihat pada siklus pendingin
-       Kevakuman pada sisi tekanan rendah menunjukkan vakum dan sisi tekanan
-       tinggi menunjukkan tekanan rendah sekali.
-       Es atau embun pada pipa di depan dan belakang expansion valve atau receiver.
-       Aliran refrigerant tersumbat oleh uap air atau kotoran atau tersangkut di
-       orifice expansion valve.
* Pemecahan / perbaikan
-       Biarkan beberapa saat, kemudian operasikan untuk menentukan tersumbat
-       tidaknya oleh uap air atau kotoran.
-       Bila karena uap air Perbaiki dengan melihat instruksi di atas.
-       Bila karena kotoran Lepas expansion valve dan tiup, bila tidak bisa
-       ganti expansion valve, ganti receiver, lakukan
-       evakuasi dan isikan refrigerant baru dengan
-       jumlah yang tepat.
-       Bila karena gas heat sensitizing tube bocor Ganti expansion valve.
f.     Trouble Expansion Valve (membuka terlalu lebar).
*  Gejala yang terlihat pada siklus pendingin
-       Tekanan di sisi tekanan tinggi dan tekanan rendah besar.
-       Es atau embun pada pipa sisi tekanan rendah.
*  Pemecahan / perbaikan
-       Periksa keadaan heat sensitizing tube.
-       Bila heat sensitizing tube dalam kondisi normal, gantilah expansion valve.


Read More