Wednesday, August 1, 2018

Modifikasi Honda Beat Karbu Thailook Style Cocok Untuk Harian



Honda Beat Karbu Thailook Modifikasi Simpel | Sikuning Menggoda 

Untuk kalian para bikers pecinta dunia otomotif dan modifikasi. Berikut modifikasi Honda Beat 110 atau Honda Icon warna Kuning yang simple dan elegan untuk inspirasi modifikasi kalian agar dapat menyalurkan hobi. Semoga video modifikasi Honda Beat Karbu diatas dapat bermanfaat. 

Jangan lupa SUBSCRIBE 


Thanks 

Jangan Lupa Bahagia 


Beat thailook, Honda icon thailand, Honda icon, Mothailook, Thailook style, Keren abis, Honda beat baby mothai, Baby mothai, Modifikasi motor beat sederhana, Modifikasi beat karbu, Thailok, Modifikasi beat, Honda beat karbu thailook modifikasi simpel | sikuning menggoda, Simpel, Modifikasi, Thailook, Karbu, Beat, Motor Modifikasi, Motor Kontes, bobber, chopper, hotrod, flattracker, street tracker, japs style, bratstyle, cafe racer, scrambler, sinners dan socal, street fighter, minor fighter, trail, supermoto, thailand racing look, touring, psycho engine, racing, ceper, thailook, babylook
Read More

Kawasaki Ninja 150 R Warrior Persiapan Kontes Modifikasi



Kawasaki Ninja 150 R Warrior Persiapan Kontes Modifikasi

Untuk kalian para bikers pecinta dunia otomotif dan modifikasi. Berikut adalah Modifikasi Ninja R 150 Warrior Persiapan Untuk Kontes semoga menjadi inspirasi modifikasi kalian agar dapat menyalurkan hobi. Semoga video diatas dapat bermanfaat.

Jangan lupa SUBSCRIBE

Thanks

#kawasakininjar150
Read More

Saturday, July 7, 2018

Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil

Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil - Selain sistem pelumasan, sistem yang paling penting dalam sebuah mobil adalah sistem pendingin. Sistem pendingin ini merupakan sistem yang terdapat pada mobil maupun motor yang berguna untuk mendinginkan mesin, atau dapat juga dikatakan untuk menjaga/menstabilkan suhu mesin agar selalu pada temperatur kerja.

Bila dalam keadaan dingin, maka sistem pendingin belum bekerja. Air pendingin masih tetap di dalam radiator dan belum bersirkulasi untuk melakukan pendinginan, baru setelah mesin mencapai temperatur tertentu air pendingin akan mulai bersirkulasi untuk mendinginkan mesin. Yang mengatur fungsi ini adalah thermostat, thermostat akan membuka ketika mesin sudah pana, dan akan menutup ketika suhu mesin rendah atau dibawah spesifikasi. Dapat disimpulkan bahwa salah satu sitem pendingin adalah menstabilkan suhu kerja mesin.

Sebelum membahas tentang fungsi komponen sistem pendingin pada mobil, kami akan sedikit bosa-basi sedikit tentang cooling system ini.

Mengapa mesin perlu didinginkan?

Mobil dan motor termasuk golongan motor bakar, yang mana pasti menghasilkan panas dari proses pembakarannya. Disamping menghasilkan panas, komponen yang bergerak umumnya juga akan menimbulkan panas. Nah, bila panas ini berlebihan maka akan sangat merugikan, bisa menyebabkan kerusakan yang serius. Kita tahu bahwa sebagian besar mesin mobil terbuat dari bahan dasar besi/alumunium, dan dengan bahan dasar ini membuatnya dapat memuai. Pemuaian ini juga tidak baik, misal saja dapat membuat kepala silinder karena melengkung yang disebabkan oleh pemuaian yang diakibatkan oleh panas berlebihan. Jadi mesin pada mobil dan motor sangat perlu untuk didinginkan.

Pada motor bakar tidak semua hasil pembakaran dirubah menjadi tenaga yang berguna dalam menggerakkan mobil. Hanya sebagian saja yang digunakan, prosentasenya sekitar 23 - 28 persen saja yang dirubah menjadi tenaga untuk menggerakkan mobil.

Hampir semua benda di dunia ini apabila terkena panas akan terjadi pemuaian, dan sebagiannya lagi akan hancur atau meleleh. Pada umumnya komponen mesin mobil bahan dasarnya kebanyakan dari bahan alumunium/besi yang memiliki tingkat pemuaian yang tinggi, bila panasnya berlebihan pemuainnya pun juga berlebihan yang dapat membuat gesekan yang berlebihan dan kerusakan yang lebih cepat. Selain itu juga, banyak kasus telah  terjadi yaitu kepala silinder melengkung karena mesin mengalami over heating, yang salah satunya bisa disebaban oleh sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik.

Ingat bahwa terlalu dingin atau terlalu panas itu tidak baik, yang baik adalah pada temperatur kerja yaitu sekitar 80 - 93 derajat celcius. 

Fungsi sistem pendingin
Sistem pendingin (cooling system) pada mobil berfungsi untuk mendinginkan mesin, mencegah panas yang berlebihan (over heating), dan juga menjaga agar mesin pada temperatur kerja.
Umumnya sistem pendinginan pada mobil menggunakan sistem pendingin air, yang mana air merupakan komponen yang akan menyerap panas dari mesin kemudian air tersebut akan didinginkan di radiator. Selain menggunakan air, peninginan mesin juga dibantu dengan kipas yang menghembuskan udara ke arah mesin dan hembusan angin ketika mobil berjalan.

Komponen-komponen sistem pendingin
Pada sistem pendingin mobil terdiri dari berbagai macam komponen yaitu :
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil

  1. Radiator : Fungsi radiator pada sistem pendingin adalah untuk mendinginkan cairan pendingin setelah menyerap panas dari mesin dengan cara membuangnya melalui sirip-sirip pendingin. Radiator sebagian besarnya terdiri dari upper tank, inti radiator dan lower tank.
  2. Kipas radiator : Fungsi dari kipas radiator adalah untuk menghembuskan udara ke arah mesin, sehingga terjadi pendinginan. Banyak yang menganggap bahwa, kipas radiator ini menghembusnya ke arah radiator, tetapi yang sebenarnya adalah menghembuskan ke arah mesin dan menghisap udara dari radiator. Apa yang terjadi bila kipas menghembuskan ke arah radiator? Kita tahu bahwa udara akan berhembus ke arah radiator dari depan ketika mobil berjalan, kalau ditambah hembusan angin dari belakang (kipas) tentu angin akan bertubrukan..
  3. Tutup radiator : Fungsi dari tutup radiator atau radiator cup adalah untuk menaikkan titik didih air dan menjaganya agar tidak mendidih pada suhu 100 derajat celcius. Pada tutup radiatordikenal dua macam katup, ada katup tekan dan juga katup vacuum. Katup tekan bekerja ketika mesin panas, dimana katup ini akan membuka ketika tekanan didalam radiator naik sehingga uap air bisa keluar menuju reservoir tank. Sedangkan katup vakum akan bekerja bila suhu mesin sudah kembali dingin, didalam radiator akan terjadi kevakuman dan katup ini akan membuka dan menghisap air yang ada pada reservoir tank.
  4. Pompa air : Fungsi dari pompa air atau water pump pada sistem pendingin adalah untuk mernsirkulasikan air pendingin ke seluruh sistem pendingin. Pompa air ini biasanya juga digerakkan oleh v belt bersama-sama dengan kipas pendingin.
  5. Thermostat : Fungsi dari thermostat pada sistem pendingin adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja dengan cara menahan zat pendingin agar tidak bersirkulasi (ke radiator). Dan juga berfungsi untuk membuka saluran pada saat mesin panas (air bersirkulasi ke radiator).
  6. Reservoir tank : Gunanya adalah untuk menampung sementara uap air pada saat mesin panas atau sebagai tangki cadangan.
  7. V-belt : Berfungsi untuk menggerakkan kipas pendingin (kipas radiator) dan juga pompa air.
  8. Water jacket : Merupakan saluran-saluran air pendingin di dalam mesin sebagai jalan air dalam mendinginkan mesin.
Sumber: http://www.bisaotomotif.com
    Read More

    Tuesday, July 18, 2017

    Jenis-Jenis Maintenance

    Dalam menentukan kebijaksanaan maintenance, umumnya terdapat 2 jenis maintenance, yaitu sebagai berikut.

    Planned (preventive) maintenance.
    Breakdown (corrective) maintenance

    Preventif Maintanance
    Kegiatan preventive maintenance bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cepat rusak dan kondisi mesin selalu slap pakai. Caranya adalah sebagai berikut.
    Patrol/Regular Preventive Maintenance Inspection
    Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan cara memeriksa setiap bagian mesin secara berpatroli dan berurutan sesuai dengan schedule.


    Major Overhaul (turun mesin)
    Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan mengadakan pembongkaran menyelurah dan penelitian terhadap mesin, serta melakukan penggantian suku cadang yang sesuai dengan spesifikasinya. 


    Untuk memudahkan melaksanakan maintenance maka kegiatan maintenance yang dilakukan sebaiknya berdasarkan:


    Sistem work order atau work order system merupakan kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pesanan dari bagian produksi maupun dari bagian-bagian lain.
    Check list system merupakan daftar atau schedule yang telah dibuat untuk melakukan kegiatan maintenance dengan cara pemeriksaan terhadap setiap mesin secara berkala.
    Rencana kerja triwulan, yaitu kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pengalaman atau berdasarkan catatan sejarah mesin, misalnya kapan suatu mesin harus dirawat atau diperbaiki.


    Work order atau Surat perintah memuat tentang:
    apa yang harus dikedakan;
    siapa yang menger akandanbertanggungjawab,
    alat-alat yang dibutuhkan serta macamnya;
    waktu yang dibutuhkan untuk menger akan pekedaan pemeliharaan tersebut dan kapan waktu penyelesaiannya.
    Preventive maintenance bertujuan agar hal-hal berikut terjamin.
    a) Keamanan mesin dan operator (tenaga maintenance).
    b) Kelancaran mesin.
    c) Mutu produksi.
    d) Kebersihan mesin dan lingkungan sekitarnya.


    Keempat hal tersebut bermuara pada mutu produk yang primer sesuai rencana.
    a. Keamanan Mesin dan Operator (nnaga Maintenance)
    Untuk setiap mesin yang terdapat di dalam pabrik sudah ada ketentuan mengenai karakteristik mesin tersebut.
    Misalnya: temperatur air, angin, dan oli tidak boleh melebihi standar yang sudah ditentukan. Untuk operator harus memperhatikan alat-alat pengaman yang terdapat di dalam setiap mesin

    b. Kelancaran Mesin
    Pemberian minyak pelumas secara teratur dan pemeriksaan mesin sert4 peralatannya secara berkala, bertujuan agar dapat menj aga kelancaran mesin sehingga proses produksi dapat ber alan lancar.
    Untuk setiap mesin yang ada sudah dipasang suatu alai kontrol untuk mengetahui keadaan minyak pelumas harus ditambah. Penggantian minyak pelumas dilakukan berdasarkan j am kerja mesin atau hasil analisis minyak
    di laboratorium

    c. Mutu Produksi
    Menjaga mutu produksi bertujuan untuk selalu dapat memenuhi standar mutu utama dengan menekan tingkat kerusakan produk serendah mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara mempertahankan tingkat produktivitas kerja dan selalu memenuhi spesifikasi kerja yang telah ditentukan serta ketelitian dan kecermatan yang didukung oleh tekad dan kemauan kerja yang tinggi. Untuk mencapai mutu produksi tersebut bagian maintenance akan menjaga agar pabrik tetap dapat beroperasi secara efisien dengan menghindari (mengurangi) hambatan sekecil mungkin sehingga produk dapat diserahkan kepada langganan tepat pada waktunya (delivery date yang tepat). Untuk setiap mesin dibuat suatu hasil persentase kerusakan. Misalnya, untuk kerusakan produk di bagianfinishing adalah 10% dari 60% yang ditargetkan
    (sasaran).

    d. Kebersihan Mesin dan Lingkungan Sekitarnya
    Lantai sekitar mesin harus bersih dari lumuran minyak yang berlebihan pada waktu melaksanakan pelumasan serta dari sampah yang berserakan. Hal ini untuk menghindari tedadinya kecelakaan bagi pekeda (operator) serta menciptakan kenyamanan bekerja. Kebersihan mesin dijaga dengan cara membersihkan mesin tersebut serta diadakan
    pengecatan kembali.


    Dalam melaksanakan kegiatan maintenance, bila perlu ada penambahan jam ker a. Biasanya penambahan jam ker a dilakukan pads hari Minggu serta hari-hari libur lain yang dikenal dengan overtime.
    Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (libur), yaitu preventive maintenance, yakni kegiatan berikut ini.
    Pelumasan atau penggantian oli.
    Perbaikan terencana.
    Penggantian spare part (suku cadang).
    Pembongkaran serta penelitian mesin.
    Pada hari kerja, kegiatan preventive maintenance dan breakdown (cor-rective) maintenance dilaksanakan dengan porsi sebagai berikut.
    80% roting dan breakdown maintenance.
    20% preventive maintenance.


    Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan preventive maintenance dibuat suatu jadwal sebagai berikut.
    a) Mendistribusikan kegiatan secara merata dalam skala waktunya dengan memperhatikan frekuensi kegiatan.
    b) Menggunakan check list dengan instruksinya untuk dipakai sebagai pedoman oleh petugas maintenance, serta untuk keseragaman pelaksanaan dan pengecekan.
    c) Perawatan pencegahan dilakukan tepat waktu, kecuali mesin sedang diperbaiki karena kerusakan atau sedang dibongkar (overhaul).
    d) Perawatan pencegahan dilakukan menurut jadwal tertentu, yaitu hal-hal kecil yang tidak mengganggu jadwal produksi.


    Contoh: Perawatan pencegahan (preventive maintenance) untuk mesin Banbury, dikepada check list yang memuat instruksi, sebagai berikut.
    � Periksa kondisi dan kebocoran dust stop searing.
    � Periksa kebocoran Racin Hyd. Unit.
    � Periksa bolt-bolt door top and lacth cyl.
    � Periksa Mc. Cord lubricator pump.
    � Periksa kebocoran angin pada ram packing dan line pipa-pipa angin.
    � Periksa kebocoran pada line pipa pendingin.
    � Batch off mill, periksa kondisi mill knife dan kebocoran angin.
    � Periksa kondisi roll-roll, pillow block bearling, convbelt, gearbox, coupling, sprocket, dan rantai pads: loading, scale, charging, crooss over conveyor.
    � Periksa panborn traverse motor blower, drive chain, steel cable, mo�tor coupling screw.


    MAINTENANCE
    TUJUAN BELAJAR

    Umum
    Peserta dapat mengetahui kegiatan-kegiatan dan peralatan di workshop maintenance.

    TUJUAN MAINTENANCE
    Program Maintenance bertujuan untuk:
    1. Melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan produksi sehingga selalu berada dalam kondisi daya guna efektif.
    2. Melakukan perawatan peralatan produksi dengan biaya seekonomis mungkin.
    3. Melakukan modifikasi peralatan produksi sebagai improvement dalam mencapai standar kualitas yang lebih baik.
    Maintenance dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu preventive maintenance, predictive maintenance, dan breakdown maintenance.

    PREVENTIVE MAINTENANCE

    Preventive maintenance merupakan maintenance rutin yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan sebelum usia pakai (life time) peralatan tersebut berakhir. Preventive maintenance biasanya didasarkan pada jam operasional peralatan. Jenis-jenis preventive maintenance dapat dikelompokkan atas:

    Oiling
    Oiling adalah tindakan pemberian oli terhadap komponen-komponen bergerak, penggunaan oli pada umumnya untuk bagian-bagian peralatan yang tertutup seperti gearbox. Pemberian oli terdiri dari penggantian dan penambahan. Jenis oli yang digunakan setiap peralatan tidak ada yang sama tergantung pada kondisi kerja peralatan tersebut.
    Untuk kondisi kerja dengan temperatur tinggi seperti turbin digunakan oli Turbo T46, sedangkan untuk hydrolic power pack dan hydrolic system lainnya menggunakan oli Turalik 52 atau Oli Meditran SAE 10.

    Greasing
    Merupakan proses penambahan dan penggantian grease, biasanya menggunakan alat berupa pompa grease (pispot). Grease digunakan untuk bearing, bushing dan poros.

    Penggantian
    Penggantian spare part rutin dilakukan sesuai dengan rancangan awal peralatan tersebut, sesuai dengan usia pakainya. Penggantian spare part tersebut untuk menjamin optimalisasi kerja unit secara keseluruhan. Seperti penggantian filter pada mesin diesel.

    Penyetelan
    Penyetelan dilakukan untuk mengembalikan peralatan ke kondisi semula, sehingga kerja peralatan tersebut tetap optimal. Seperti penyetelan kerenggangan rotor bar dengan ripple plate pada unit ripple mill sesuai dengan efisiensi peralatan tersebut, penyetelan damper separating colomb, secondary separating colomb dan LTDS.

    PREDICTIVE MAINTENANCE

    Predictive maintenance bertujuan untuk mengetahui lebih dini kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu unit. Dengan diketahuinya kondisi peralatan tersebut dapat dilakukan tindakan untuk mencegah peralatan tersebut breakdown pada saat beroperasi yang dapat menyebabkan terjadinya stagnasi proses produksi. Predictive maintenance terdiri dari merger tester, vibro tester, thickness tester.
    1. Merger tester digunakan untuk mengetahui tahanan isolasi dari electromotor, bila tahanan isolasi electromotor rendah perlu dilakukan serlak ulang, hal ini akan dapat mencegah electromotor terbakar.
    2. Vibro tester berfungsi untuk mengetahui getaran suatu peralatan seperti bearing, jika getarannya telah melebihi standar maka perlu dilakukan penggantian atau penambahan grease jika masih memungkinkan.
    3. Sedangkan thickness meter berfungsi untuk mengetahui ketebalan suatu unit dan laju keausan suatu peralatan sehingga dapat direncanakan penggantiannya.
    BREAKDOWN MAINTENANCE

    Breakdown maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan pada suatu unit yang terhenti operasinya akibat kerusakan pada alat tersebut. Pada dasarnya breakdown maintenance sangat tidak diinginkan, karena akan mengganggu proses produksi. Oleh karena itu preventive maintenance dan predictive maintenance perlu untuk dioptimalkan.

    PENGANTAR  ISO 9001

    ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.


    Jenis-Jenis Pemeliharaan
    Jenis-Jenis Pemeliharaan
        Di bawah ini akan di jelaskan beberapa dari macam-macam pemeliharaan (maintenance), yaitu:
    1. Preventive Maintenance
       Adalah kegiatan pemeliharan dan perawatan yang di lakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-
       kerusakan yang tidak terduga, dan menemukan kondisi kerusakan pada waktu di gunakan. Dalam
       prakteknya preventive maintenance yang di lakukan oleh suatu perusahaan dapat di bedakan:
       a. Continue maintenance adalah kegitan pemeliharaan dan perawatan yang di lakuakan rutin. contohnya
           membersihkan fasilitas atau peralatan, pelumasan, pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakar
           pemanasan.
       b. Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan secara periodic atau
           dalam jangka waktu tertentu.
    2. Corecttive Maintenance
        Adalah pemeliharaan yang di lakaukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas
        atau   peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Perawatan ini merupakan pemeliharaan dan
        tidak di jadwalkan dan biasa terjadi.
    3. Improve maintenance
          Adalah suatu perawatan peningkatan dipakai bila dilakukan modifikasi pada peralatan sehingga 
        kondisinya meningkat dengan tujuan agar kerusakan tersebut tidak terulang dan mampu beroperasi sampai
        masa kerjanya (lifetime) tercapai.
    4. Breakdown Maintenance
            Jenis perawatan ini hanya bisa di lakaukan apabila mesin samasekali mati karena ada kerusakan atau 
        kelainan dan tidak mungkin dapat di operasikan. Untuk dapat memperbaikinya maka prinsip kerja dari
        peralatan yang bersangkuta harus dapat di kuasai. Dengan di kuasainya prinsip kerja peralatan tersebut
        maka diagnosa terhadap kerusakan dapat di lakukan dengan cepat dan tepat.
    Sifat Breakdown dapat di bedakan menjadi:
    �    Sporadic, yatu breakdown yang terjadi mendadak, dramatis atau kerusakan - kerusakan alat yang yang
          tidak terduga, breakdown maintenance jenis ini bisa terjadi dan mudah di tanggulangi.
    �    Kronis, yaitu minor breakdown tetapi frekuensi kejadiannya tinggi. Breakdown jenis ini sering di abaikan
          atau di lupakan setelah beberapakali usaha pengulangan yang gagal. Breakdown akan menyebabkan
          beberapa kerugian baik yang langsung maupun yang tidak langsung:
    �    Kerugian langsung mencangkut biaya perbaikan, biaya pencegahan, kerugian cacat produk, dan lain
          sebagainya.
    �    Kerugian tidak langsung mencakup penurunan produksi, merosotnya moral karyawan, menurunkan atau
          merusak citra perusahaan
    Sumber: http://teknikmesinpnup.blogspot.co.id
    Read More

    Saturday, July 15, 2017

    Komponen Utama Kopling pada Kendaraan

    Komponen Utama Sistem Kopling pada Kendaraan - Pada kendaraan terdapat sistem yang bernama sistem pemindah tenaga, yang mana salah satu komponen dari sistem pemindah tenaga ini adalah kopling. Komponen lain dari sistem pemindah tenaga antara lain ada transmisi, propeller shaft, gardan/differential, axle shaft dan lain-lain.

    Oke, pada kesempatan kali ini kita akan fokus membahas tentang kopling atau dalam bahasa inggris dikenal dengan clutch. Di manakah letak kopling? Kopling pada kendaraan terletak di antara transmisi dengan mesin (fly wheel).

    Karena terletak di antara dua komponen tersebut, maka fungsi dari kopling sudah jelas yaitu untuk memutus atau menghubungkan tenaga dari mesin ke transmisi. Pemutusan tenaga putaran dari mesin ke transmisi ini diperlukan ketika melakukan pemindahan gigi, sehingga ketika ingin memindah gigi percepatan maka kita harus menginjak pedal kopling terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar gigi percepatan dapat berpindah dengan mulus, tanpa menimbulkan suara ataupun kerusakan komponen pada transmisi.

    Lalu apa sajakah komponen komponen dari koplin? Berikut ini adalah komponen-komponennya :

    Komponen komponen utama kopling pada kendaraan

    Kopling pada kendaraan terdiri dari beberapa komponen seperti roda penerus, pelat kopling/clutch disc/kampas kopling, plat penekasn,  dan mekanism penggerak. Dan berikut ini adalah penjelasan singkat tentang komponen komponen tersebut :

    1. Kampas kopling/clutch disc/plat kopling

    Merupakan komponen utama pada unit kopling, kampas kopling berfungsi sebagai menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi. Dengan kata fungsi clutch disc adalah untuk meneruskan tenaga mesindari roda penerus (flywheel) ke plat penekan (pressure plate) dan selanjutnya ke input shaft transmisi. Kampas kopling ini terhubung dengan alur pada input shaft transmisi, jadi ketika kopling berputar otomatis input shaft transmisi juga berputar. 

    Kampas Kopling (Clutch Disc)
    Kampas Kopling (Clutch Disc)
    Kampas kopling terdiri dari beberapa bagian utama seperti facing, torsion dumper, cushion plate, paku keling, hub, dan lain sebagainya. Lomponen ini merupakan komponen pada kopling yang paling sering aus. Kampas kopling akan semakin cepat aus, bila penggunaannya salah.

    2. Tutup kopling (clutch cover)

    Komponen utama kopling yang ketiga adalah tutup kopling atau clucth cover. Tutup Kopling (Clutch Cover). Tutup kopling ini dibautkan dengan fly wheel, Tutup kopling ini akan berputar bersamaan dengan fly wheel dan atau plat kopling sesuai dengan putaran mesin. Untuk saat ini terdapat dua macam tutup kopling, yaitu diaphragm spring clutch cover (tutup kopling tipe pegas diafragma) dan tutup kopling dengan pegas coil. Tutup kopling bagian kiri adalah clutch cover dengan pegas koil, dan gambar bagian kanan yaitu tutup kopling dengan pegas diafragma.

    Tutup kopling (clutch cover)
    Tutup kopling (clutch cover)

    3. Mekanisme penggerak

    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
    Mekanisme penggerak merupakan suatu mekanisme yang berguna untuk mengoperasikan kopling, kita dapat mengoperasikan kopling dengan menginjak pedal kopling. Mekanisme penggerak akan mneruskannya sehingga kopling dapat terbebas, dan dapat dilakukan perpindahan gigi. Mekanisme penggerak pada kopling terdapat dua macam, tipe yang pertama menggunakan tipe mekanis dan tipe yang kedua menggunakan tipe hidraulis. 

    Gambar diatas merupakan gambar mekanisme penggerak tipe mekanis, yang mana untuk menggerakkan masih menggunakan kable bukan hidraulis. (www.bisaotomotif.com)
    Read More

    Friday, July 14, 2017

    Fungsi, Letak dan Syarat Kopling pada Mobil

    Fungsi,  Letak dan Syarat Kopling pada Kendaraan  - Seperti yang telah saya utarakan pada postingan-postingan sebelumnya bahwa pada kendaraan terdapat salah satu sistem yang mentransfer tenaga dari mesin ke roda-roda. Sistem tersebut disebut dengan pemindah daya/tenaga. Sistem pemindah tenaga inti terdapat beberapa komponen, seperti kopling, transmisi, propeller shaft dan lain-lain.

    Sudah saya sebutkan diatas bahwa macam salah satu macam dari sistem pemindah tenaga adalah kopling. Nah, kita kali ini akan membahas tentang kopling dari mulai fungsi, letak dan juga persyaratannya. Oke, kita mulai dari fungsi kopling. 

    Fungsi dan Letak Kopling pada kendaraan

    Pada kendaraan kopling atau clutch terletak diantara tansmisi dan juga mesin, kegunaan atau fungsi dari adalah untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi.  Untuk mengetahui letak dari kopling, silahkan perhatikan gambar dibawah ini. Sudah sangat jelas tentang letak dari kopling.

    letak kopling
    letak kopling

    Syarat-syarat kopling

    Agar kopling dapat bekerja dengan baik, kopling memiliki persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :
    1. Harus mampu memutuskan atau meenghubungkan putaran dari mesin ke transmisi dengan lembut.
    2. Harus dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi tanpa terjadi slip
    3. Harus dapat memutuskan dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan cepat dan tepat
     Nah, demikian saja artikel singkat tentang kopling. Jangan lupa baca artikel yang lainnya :
    1. Komponen utama kopling pada kendaraan
    2. Fungsi facing, cushion plate, dan torsion dumper pada kopling 
    3. Fungsi dan macam tutup kopling (www.bisaotomotif.com)
    Read More

    Wednesday, July 12, 2017

    2 Macam mekanisme penggerak kopling

    2 Macam mekanisme penggerak kopling - Beberapa hari ini bisaotomotif.com sedang mood untuk share tentang kopling. Yang mana kita sebelumnya sudah membahas beberapa artikel yang berhubungan dengan sistem kopling pada suatu kendaraan. Artikel-artikel tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

    Nah kali ini kami akan membahasnya dalam 2 macam mekanisme penggerak kopling, saat ini dikenal terdapat dua macam mekanisme penggerak kopling yaitu tipe mekanis dan tipe hidraulis. Dan berikut ini adalah penjelasan masing-masing tipe mekanisme penggerak kopling.

    1. Komponen utama kopling pada kendaraan
    2. Fungsi facing, cushion plate, dan torsion dumper pada kopling 
    3. Fungsi dan macam tutup kopling 

    1. Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis


    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis

    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis akan memindahkan atau menyalurkan tenaga dari injakan kaki melalui pedal kopling ke pengungkit. Pada tipe ini digunakan kabel baja yang akan menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling, cara kerjanya kurang lebih seperti ini. Ketika kita menginjak pedal kopling, maka akan menarik kabel, kabel yang terhubung dengan tuas pembebas ini juga akan menarik tuas pembebas ke arah menekan pegas kopling (pada tipe pegas diafragma. Selanjutnya kopling akan terbebas dan tidak dihimpit lagi oleh plat penekan. Sehingga anda dapat memindah gigi percepatan.
     

    Ketika melepaskan injakan ke pedal kopling, maka kabel sudah tidak teratarik lagi dan tuas kopling akan kembali ke posisi yang semula. Kopling terhimpit oleh plat penekan, dan berputar bersamaan dengan putara mesin. Input transmisi pun juga berputar dengan kecepatan yang sama dengan putaran mesin.


    2. Mekanisme penggerak kopling tipe hidraulis

    Mekanisme penggerak tipe hidraulis
    Mekanisme penggerak tipe hidraulis
    Mekanisme penggerak kopling yang kedua adalah tipe hidraulis. Pada tipe ini ini memanfaaatkan tekanan hidraulis minyak untuk meneruskan tenaga kaki ketika menginjak pedal kopling. Pedal kopling pada kopling yang menggunakan mekanisme penggerak berguna untuk menekan minyak yang ada pada master silinder.

    Tekanan minyak ini kemudian dilasurlkan ke silinder kopling. Yang kemudian tekanan minyak akan mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan menekan pegas diafragma. Hal ini akan membuat kopling menjadi terbebas dan siap untuk melakukan perpindahan gigi percepatan.

    Sumber: www.bisaotomotif.com
    Read More