Showing posts with label Tips Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Tips Otomotif. Show all posts

Tuesday, July 18, 2017

Jenis-Jenis Maintenance

Dalam menentukan kebijaksanaan maintenance, umumnya terdapat 2 jenis maintenance, yaitu sebagai berikut.

Planned (preventive) maintenance.
Breakdown (corrective) maintenance

Preventif Maintanance
Kegiatan preventive maintenance bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cepat rusak dan kondisi mesin selalu slap pakai. Caranya adalah sebagai berikut.
Patrol/Regular Preventive Maintenance Inspection
Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan cara memeriksa setiap bagian mesin secara berpatroli dan berurutan sesuai dengan schedule.


Major Overhaul (turun mesin)
Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan mengadakan pembongkaran menyelurah dan penelitian terhadap mesin, serta melakukan penggantian suku cadang yang sesuai dengan spesifikasinya. 


Untuk memudahkan melaksanakan maintenance maka kegiatan maintenance yang dilakukan sebaiknya berdasarkan:


Sistem work order atau work order system merupakan kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pesanan dari bagian produksi maupun dari bagian-bagian lain.
Check list system merupakan daftar atau schedule yang telah dibuat untuk melakukan kegiatan maintenance dengan cara pemeriksaan terhadap setiap mesin secara berkala.
Rencana kerja triwulan, yaitu kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pengalaman atau berdasarkan catatan sejarah mesin, misalnya kapan suatu mesin harus dirawat atau diperbaiki.


Work order atau Surat perintah memuat tentang:
apa yang harus dikedakan;
siapa yang menger akandanbertanggungjawab,
alat-alat yang dibutuhkan serta macamnya;
waktu yang dibutuhkan untuk menger akan pekedaan pemeliharaan tersebut dan kapan waktu penyelesaiannya.
Preventive maintenance bertujuan agar hal-hal berikut terjamin.
a) Keamanan mesin dan operator (tenaga maintenance).
b) Kelancaran mesin.
c) Mutu produksi.
d) Kebersihan mesin dan lingkungan sekitarnya.


Keempat hal tersebut bermuara pada mutu produk yang primer sesuai rencana.
a. Keamanan Mesin dan Operator (nnaga Maintenance)
Untuk setiap mesin yang terdapat di dalam pabrik sudah ada ketentuan mengenai karakteristik mesin tersebut.
Misalnya: temperatur air, angin, dan oli tidak boleh melebihi standar yang sudah ditentukan. Untuk operator harus memperhatikan alat-alat pengaman yang terdapat di dalam setiap mesin

b. Kelancaran Mesin
Pemberian minyak pelumas secara teratur dan pemeriksaan mesin sert4 peralatannya secara berkala, bertujuan agar dapat menj aga kelancaran mesin sehingga proses produksi dapat ber alan lancar.
Untuk setiap mesin yang ada sudah dipasang suatu alai kontrol untuk mengetahui keadaan minyak pelumas harus ditambah. Penggantian minyak pelumas dilakukan berdasarkan j am kerja mesin atau hasil analisis minyak
di laboratorium

c. Mutu Produksi
Menjaga mutu produksi bertujuan untuk selalu dapat memenuhi standar mutu utama dengan menekan tingkat kerusakan produk serendah mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara mempertahankan tingkat produktivitas kerja dan selalu memenuhi spesifikasi kerja yang telah ditentukan serta ketelitian dan kecermatan yang didukung oleh tekad dan kemauan kerja yang tinggi. Untuk mencapai mutu produksi tersebut bagian maintenance akan menjaga agar pabrik tetap dapat beroperasi secara efisien dengan menghindari (mengurangi) hambatan sekecil mungkin sehingga produk dapat diserahkan kepada langganan tepat pada waktunya (delivery date yang tepat). Untuk setiap mesin dibuat suatu hasil persentase kerusakan. Misalnya, untuk kerusakan produk di bagianfinishing adalah 10% dari 60% yang ditargetkan
(sasaran).

d. Kebersihan Mesin dan Lingkungan Sekitarnya
Lantai sekitar mesin harus bersih dari lumuran minyak yang berlebihan pada waktu melaksanakan pelumasan serta dari sampah yang berserakan. Hal ini untuk menghindari tedadinya kecelakaan bagi pekeda (operator) serta menciptakan kenyamanan bekerja. Kebersihan mesin dijaga dengan cara membersihkan mesin tersebut serta diadakan
pengecatan kembali.


Dalam melaksanakan kegiatan maintenance, bila perlu ada penambahan jam ker a. Biasanya penambahan jam ker a dilakukan pads hari Minggu serta hari-hari libur lain yang dikenal dengan overtime.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (libur), yaitu preventive maintenance, yakni kegiatan berikut ini.
Pelumasan atau penggantian oli.
Perbaikan terencana.
Penggantian spare part (suku cadang).
Pembongkaran serta penelitian mesin.
Pada hari kerja, kegiatan preventive maintenance dan breakdown (cor-rective) maintenance dilaksanakan dengan porsi sebagai berikut.
80% roting dan breakdown maintenance.
20% preventive maintenance.


Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan preventive maintenance dibuat suatu jadwal sebagai berikut.
a) Mendistribusikan kegiatan secara merata dalam skala waktunya dengan memperhatikan frekuensi kegiatan.
b) Menggunakan check list dengan instruksinya untuk dipakai sebagai pedoman oleh petugas maintenance, serta untuk keseragaman pelaksanaan dan pengecekan.
c) Perawatan pencegahan dilakukan tepat waktu, kecuali mesin sedang diperbaiki karena kerusakan atau sedang dibongkar (overhaul).
d) Perawatan pencegahan dilakukan menurut jadwal tertentu, yaitu hal-hal kecil yang tidak mengganggu jadwal produksi.


Contoh: Perawatan pencegahan (preventive maintenance) untuk mesin Banbury, dikepada check list yang memuat instruksi, sebagai berikut.
� Periksa kondisi dan kebocoran dust stop searing.
� Periksa kebocoran Racin Hyd. Unit.
� Periksa bolt-bolt door top and lacth cyl.
� Periksa Mc. Cord lubricator pump.
� Periksa kebocoran angin pada ram packing dan line pipa-pipa angin.
� Periksa kebocoran pada line pipa pendingin.
� Batch off mill, periksa kondisi mill knife dan kebocoran angin.
� Periksa kondisi roll-roll, pillow block bearling, convbelt, gearbox, coupling, sprocket, dan rantai pads: loading, scale, charging, crooss over conveyor.
� Periksa panborn traverse motor blower, drive chain, steel cable, mo�tor coupling screw.


MAINTENANCE
TUJUAN BELAJAR

Umum
Peserta dapat mengetahui kegiatan-kegiatan dan peralatan di workshop maintenance.

TUJUAN MAINTENANCE
Program Maintenance bertujuan untuk:
  1. Melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan produksi sehingga selalu berada dalam kondisi daya guna efektif.
  2. Melakukan perawatan peralatan produksi dengan biaya seekonomis mungkin.
  3. Melakukan modifikasi peralatan produksi sebagai improvement dalam mencapai standar kualitas yang lebih baik.
Maintenance dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu preventive maintenance, predictive maintenance, dan breakdown maintenance.

PREVENTIVE MAINTENANCE

Preventive maintenance merupakan maintenance rutin yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan sebelum usia pakai (life time) peralatan tersebut berakhir. Preventive maintenance biasanya didasarkan pada jam operasional peralatan. Jenis-jenis preventive maintenance dapat dikelompokkan atas:

Oiling
Oiling adalah tindakan pemberian oli terhadap komponen-komponen bergerak, penggunaan oli pada umumnya untuk bagian-bagian peralatan yang tertutup seperti gearbox. Pemberian oli terdiri dari penggantian dan penambahan. Jenis oli yang digunakan setiap peralatan tidak ada yang sama tergantung pada kondisi kerja peralatan tersebut.
Untuk kondisi kerja dengan temperatur tinggi seperti turbin digunakan oli Turbo T46, sedangkan untuk hydrolic power pack dan hydrolic system lainnya menggunakan oli Turalik 52 atau Oli Meditran SAE 10.

Greasing
Merupakan proses penambahan dan penggantian grease, biasanya menggunakan alat berupa pompa grease (pispot). Grease digunakan untuk bearing, bushing dan poros.

Penggantian
Penggantian spare part rutin dilakukan sesuai dengan rancangan awal peralatan tersebut, sesuai dengan usia pakainya. Penggantian spare part tersebut untuk menjamin optimalisasi kerja unit secara keseluruhan. Seperti penggantian filter pada mesin diesel.

Penyetelan
Penyetelan dilakukan untuk mengembalikan peralatan ke kondisi semula, sehingga kerja peralatan tersebut tetap optimal. Seperti penyetelan kerenggangan rotor bar dengan ripple plate pada unit ripple mill sesuai dengan efisiensi peralatan tersebut, penyetelan damper separating colomb, secondary separating colomb dan LTDS.

PREDICTIVE MAINTENANCE

Predictive maintenance bertujuan untuk mengetahui lebih dini kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu unit. Dengan diketahuinya kondisi peralatan tersebut dapat dilakukan tindakan untuk mencegah peralatan tersebut breakdown pada saat beroperasi yang dapat menyebabkan terjadinya stagnasi proses produksi. Predictive maintenance terdiri dari merger tester, vibro tester, thickness tester.
  1. Merger tester digunakan untuk mengetahui tahanan isolasi dari electromotor, bila tahanan isolasi electromotor rendah perlu dilakukan serlak ulang, hal ini akan dapat mencegah electromotor terbakar.
  2. Vibro tester berfungsi untuk mengetahui getaran suatu peralatan seperti bearing, jika getarannya telah melebihi standar maka perlu dilakukan penggantian atau penambahan grease jika masih memungkinkan.
  3. Sedangkan thickness meter berfungsi untuk mengetahui ketebalan suatu unit dan laju keausan suatu peralatan sehingga dapat direncanakan penggantiannya.
BREAKDOWN MAINTENANCE

Breakdown maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan pada suatu unit yang terhenti operasinya akibat kerusakan pada alat tersebut. Pada dasarnya breakdown maintenance sangat tidak diinginkan, karena akan mengganggu proses produksi. Oleh karena itu preventive maintenance dan predictive maintenance perlu untuk dioptimalkan.

PENGANTAR  ISO 9001

ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.


Jenis-Jenis Pemeliharaan
Jenis-Jenis Pemeliharaan
    Di bawah ini akan di jelaskan beberapa dari macam-macam pemeliharaan (maintenance), yaitu:
1. Preventive Maintenance
   Adalah kegiatan pemeliharan dan perawatan yang di lakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-
   kerusakan yang tidak terduga, dan menemukan kondisi kerusakan pada waktu di gunakan. Dalam
   prakteknya preventive maintenance yang di lakukan oleh suatu perusahaan dapat di bedakan:
   a. Continue maintenance adalah kegitan pemeliharaan dan perawatan yang di lakuakan rutin. contohnya
       membersihkan fasilitas atau peralatan, pelumasan, pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakar
       pemanasan.
   b. Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan secara periodic atau
       dalam jangka waktu tertentu.
2. Corecttive Maintenance
    Adalah pemeliharaan yang di lakaukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas
    atau   peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Perawatan ini merupakan pemeliharaan dan
    tidak di jadwalkan dan biasa terjadi.
3. Improve maintenance
      Adalah suatu perawatan peningkatan dipakai bila dilakukan modifikasi pada peralatan sehingga 
    kondisinya meningkat dengan tujuan agar kerusakan tersebut tidak terulang dan mampu beroperasi sampai
    masa kerjanya (lifetime) tercapai.
4. Breakdown Maintenance
        Jenis perawatan ini hanya bisa di lakaukan apabila mesin samasekali mati karena ada kerusakan atau 
    kelainan dan tidak mungkin dapat di operasikan. Untuk dapat memperbaikinya maka prinsip kerja dari
    peralatan yang bersangkuta harus dapat di kuasai. Dengan di kuasainya prinsip kerja peralatan tersebut
    maka diagnosa terhadap kerusakan dapat di lakukan dengan cepat dan tepat.
Sifat Breakdown dapat di bedakan menjadi:
�    Sporadic, yatu breakdown yang terjadi mendadak, dramatis atau kerusakan - kerusakan alat yang yang
      tidak terduga, breakdown maintenance jenis ini bisa terjadi dan mudah di tanggulangi.
�    Kronis, yaitu minor breakdown tetapi frekuensi kejadiannya tinggi. Breakdown jenis ini sering di abaikan
      atau di lupakan setelah beberapakali usaha pengulangan yang gagal. Breakdown akan menyebabkan
      beberapa kerugian baik yang langsung maupun yang tidak langsung:
�    Kerugian langsung mencangkut biaya perbaikan, biaya pencegahan, kerugian cacat produk, dan lain
      sebagainya.
�    Kerugian tidak langsung mencakup penurunan produksi, merosotnya moral karyawan, menurunkan atau
      merusak citra perusahaan
Sumber: http://teknikmesinpnup.blogspot.co.id
Read More

Saturday, June 17, 2017

Fungsi dan Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling

BisaOtomotif.Com - Ketika melakukan penggantian kampas kopling atau memperbaiki sistem kopling yang menharuskan transmisi dilepas maka ada beberapa komponen yang harus diperiksa. Salah satu komponen yang wajib diperiksa adalah release bearing. Release bearing atau yang disebut dengan bantalan pembebas ini berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork kemudian ke pegas diaphragm pada saat pedal kopling ditekan. Selengkapnya lihat dalam artikel : Cara kerja kopling pada mobil.

" Pemeriksaan Release Bearing "

Bantalan pembebas atau release bearing biasanya merupakan unit bantalan tertutup dengan tipe pelumasan permanen, artinya tidak dapat dibuka, dibersihkan dan bagian dalamnya tidak bisa diberi pelumas dari dalam.

Lihat juga: Perbedaan dan Perbandingan Aki

Salah satu gejalan release bearing ini rusak adalah adanya suara gemuruh atau abnormal ketika pedal kopling diinjak. 

Pemeriksaan pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan secara visual. Yaitu dengan cara melihat apakah pada release bearing itu rusak, terbakar, tergores, retak atau aus. Jika hanya terdapat kotoran, tergores sedikit mungkin masih bisa digunakan (baru pemeriksaan secara visual). Tapi apabila kerusakannya parah, misalnya sudah terbakar, rusak, retaknya banyak maka release bearing sudah harus diganti.

 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling
 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling


Setelah melakukan pemeriksaan secara visual, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan kerjanya yaitu dengan cara :

a. Putarlah bantalan atau bearing dengan tangan, dan berilah tenaga pada arah aksial. Jika putaran terlalu kasar atau terasa terdapat tahanan yang tidak rata maka sebaiknya bantalan pembebas diganti dengan yang baru.

b. Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self centering system agar tidak tersangkut. Hub dan case harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan berlebihan atau malah macet, maka release bearing harus diganti.


Biasanya juga ketika melakukan penggantian kampas kopling, releasse bearing ini selalu diganti baik dalam kondisi yang baik atau sudah buruk. Karena biasanya apabila tidak diganti, sebentar lagi akan rusak dan kalau menggantinya membutuhkan biaya yang agak mahal karena harus menurunkan transmisi dari kendaraan.

Sehingga untuk antisipasi saja, release bearing selalu diganti ketika melakukan penggantian kampas kopling atau clutch disc.(BisaOtotmotif.com)
Read More

Saturday, May 6, 2017

Ketahui 4 Penyebab Utama Rem Bunyi

4 Penyebab Utama Rem Mobil dan Motor Bunyi -  Rem merupakan hal yang sangat vital yang ada pada suatu kendaraan, baik motor maupun mobil. Tanpa adanya rem tentu kita akan membuat kita menjadi takut, pastinya tidak ada yang berani melaju dengan kecepatan tinggi apabila remnya blong atau tidak ada rem sama sekali. Banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh sistem rem yang bermasalah. Salah satu indikasi rem bermasalah adalah timbul bunyi atau suara, lalu apa sajakah penyebab rem mobil dan motor bunyi? Berikut ini kami sebutkan beberapa penyebabnya?

1. Kanvas rem aus - sebab rem mobil dan motor bunyi

Penyebab rem mobil atau motor bunyi yang pertama adalah kanvas rem aus, ini terjadi apabila pad (kanvas rem) (pada rem cakram) benar-benar sudah habis sehingga membuat cakram bersentuhan dengan besi pada pad.  Pada rem tromol juga demikian, bila kampas rem sudah habis maka tromol akan bersentuhan dengan besi pada sepatu rem. Terlebih lagi pada rem cakram yang sudah dilengkapi dengan plat anti cit-cit, plat tersebut akan berbunyi ketika kamvas rem sudah melebihi batas minimal. Bunyi yang dihasilkan dari gesekan antara plat dengan cakramnya. Bila rem anda sudah berbunyi cit-cit, sebaiknya langsung diperiksakan ke bengkel mobil langganan anda. Kalau lebih aman, sebaiknya periksa sistem rem secara berkala, bisa bersamaan dengan tune up ringan.

2. Cakram dan tromol rem tidak rata - sebab rem mobil dan motor bunyi

Selain karena kanvas rem yang sudah aus, rem bunyi juga disebabkan karena masalah pada cakramnya, atau jika pada rem yang menggunakan rem tromol maka ketidak rataan pada tromol rem akan membuat bunyi abnormal. Ini akan terjadi bila ketidaraat sudah sangat parah, selain menimbulkan bunyi yang abnormal juga akan menimbulkan getaran pada saat melakukan pengereman. Solusi dari permukaan cakram yang tidak rata adalah dengan diratakan atau biasa disebut dengan di bubut. Bila sudah terlalu tips, maka langkah yang paling tepat adalah dengan menggantinya.

Rem Bunyi? Ini penyebabnya
Rem Bunyi? Ini penyebabnya


3. Rem kotor
Kotoran yang terdapat pada rem juga akan menimbulkan bunyi, terlebih lagi apabila kotoran yang masuk berukuran agak besar seperti kerikil atau yang lainnya. Kerikil ini akan masuk dan membuat bunyi pada rem. Yang saya baca di berbagai media online, debu yang sudah lama menumpuk di sistem rem akan mengeras dan akhirnya akan membuat suatu lapisan di permukaan kanvas rem dan cakram/tromol rem. Sehingga menyebabkan timbulnya suara abnormal ketika rem diinjak. Untuk memperbaikinya biasanya dilakukan pembongkaran, servis dan pembersihan.

4. Rem macet
Setelah mengetahui 3 penyebab rem bunyi, kita lanjut ke penyebab rem bunyi yang ke-empat yaitu rem macet. Kondisi rem yang macet biasanya diakibatkan oleh piston rem yang berkarat sehingga tidak dapat bergerak alias macet. Ini berakibat pada saat peda rem diinjak, akan membuat kanvas rem tidak menekan cakram dan tromol rem, apabila piston ini macet pada saat pengereman atau pada saat kanvas rem bersentuhan dengan cakram dan tromol rem tentunya akan tercipta bunyi yang terus menerus meskipun pedal rem sudah tidak di injak. Kerusakan yang semacam ini dapat dilakukan dengan penggantian karet piston rem dan membersihkan piston rem.

Rem pada kendaraan merupakan sistem yang sangat vital, karena ini menyangkut keamanan ketika berkendara. Banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh sistem rem yang bermasalah, seperti rem bloNg, dan lain sebagainya. Maka dari itu sudah seharusnya kita memperhatikan sistem yang satu ini, apabila ditemukan permasalahan pada sistem rem seperti rem tidak pakem, rem bunyi dll maka lebih baik di bawa kebengkel untuk dilakukan perbaikan atau perawatan berkala.

Sumber: bisaotomotif.com
Read More

Friday, May 5, 2017

Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder Mobil Kijang

Ini Dia Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder Mobil Toyota Kijang - Pada mobil khusunya toyota kijang memiliki 12 baut pengikat kepala silinder. Dimana dalam proses pengencangan maupun pengendoran harus dilakukan secara berurutan agar tidak terjadi kebengkokkan kepala silinder. 

Selain berurutan dalam proses pengencangan maupun pelepasan juga harus dilakukan secara bertahap, jangan satu baut sudah kencang sedangkan yang lainnya masih sangat kendor. Intinya harus dilakukan secara bertahap.

Begitu juga ketika kita hanya memeriksa kekencangan baut kepala silinder, juga harus dilakukan dengan berurutan dan bertahap. Kemudian kekencangan baut kepala silinder antara yang satu dengan yang lainnya haruslah sama, tujuannya sama yaitu untuk menghindari terjadinya kebocoran maupun kebengkokan kepala silinder. 

Agar kekencangannya sama antara satu dengan yang lainnya maka dibutuhkan alat yang bernama kunci momen. Kunci momen ini memiliki spesifikasi kekencangan yang dapat di atur. Apabila sudah sesuai spesifikasi kekencangan yang telah kita atur maka akan timbul bunyi, dan lain sebagainya.

Di dalam buku manual toyota seri k, untuk toyota kijang seri k (2K, 3k - H, 4k, 5k, 7K) momen spesifikasi kekencangan baut kepala silinder adalah 5,4 - 6,6 kgfm.

Urutan Pengencangan Bau Kepala Silinder Mobil Toyota Kijang
Untuk pengencangan baut kepala silinder dimulai dari arah dalam, bisa dengan metode obat nyamuk atau secara silang. Berikut ini merupakan gambarnya :

Metode silang
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Metode Melingkar (Obat Nyamuk)
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Anda boleh memilih salah satu cara untuk mengencangkan baut kepala silinder, boleh dengan metode silang maupun melingkar. Bila ada pertanyaan silahkan melalui komentar atau hubungi kami pada halaman contac.

O iya baru ingat, selain urutan pengencangan yang harus berurutan, juga dalam mengencangkan baut kepala silinder juga harus secara bertahap. Jangan sampai baut yang satu sudah kencang dan yang lain masih kendor. Jadi harus bertahap, misal kencangkan semua baut dengan kekencangan 3 kgfm terlebih dahulu, kemudian meningkat dengan kekencangan 4 kgfm, kemudian 4,5 kgfm dan seterusnya. Tujuannya adalah sama supaya tidak terjadi kerusakan pada kepala silinder seperti melengkung, bocor dan lain sebagainya.

Sumber: bisaotomotif.com
Read More

Sunday, April 9, 2017

Tips Membeli Ban Mobil Bekas Yang Tepat dan Berkelas

Tips Membeli Ban Mobil Bekas - Memiliki mobil memang sangat menyenangkan karena Anda tak perlu ribet dengan panas dan hujan tapi Anda juga akan berhadapan dengan kebutuhan untuk menjaga mobil untuk selalu siap untuk bekendara yang salah satunya adalah ban mobil. nah, membeli ban mobil satu paket memang menguras kantong apalagi dimasa belom gajian yang akhirnya membuat Anda beralih pada ban bekas. Bagi yang sedang menacari ban mobil bekas alangkah baiknya Anda membperhatikan tips membeli ban mobil bekas berikut ini. 

Tips Membeli Ban Mobil Bekas Dapatkan Ban Kualitas Oke 

Tips Membeli Ban Mobil Bekas
Tips Membeli Ban Mobil Bekas

Berikut ini merupakan tips yang patut untuk diikuti ketika memilih ban bekas untuk mobil Anda. Jangan hanya tertipu penampilan saja teliti sebelum membeli ban bekas Anda akan berdampak lumayan pada mobil Anda nantinya. 

1. Perhatikan jumlah tambalan jika memilih ban tubles 
Jika Anda ingin membeli ban bekas terutama ban bekas tubles alangkah baiknya jika Anda memilih yang tidak memiliki terlalu banya tambalan. Jika terlalu banyak tamabalan usahakan jangan dipilih dan mencari yang lain karena ban tersebut tidak layak pakai merupakan tips memilih ban mobil bekas pertama yang harus Anda pahami. 

2. Tapak ban sangat penting 
Ketika Anda membeli ban mobil bekas baiknya untuk melihat tapakan dari ban mobil yang ada. Cek apakah ban bekas tersebut memiliki keretakan atau cacat lainnya pada setiap tapakannya. Kemudian jika pada ban mobil yang bar tentu pada tapakan ban akanterlihat dan tercetak jelas kerumitan dari motip tapakan ban. Untuk ban bekas sebaiknya Anda memilih tapakan ban yang disekeliling bannya memiliki tapakan uliran yang sama meratanya. Jika Anda memilih dengan tapakan uliran yang tidak merata akan mengakibatkan laju mobil Anda tidak nyaman. 

3. Hindari vulkanisir 
Terkadang ada yang memilih untuk mengunakan ban vulkanisir dibandingkan harus ribet memperhatikan tips beli ban mobil bekas yang membutuhkan kejelian. Perlu Anda ketahui jika ban vulkanisir memeng terlihat hampir sama dengan ban asli yang andabeli namun sesungguhnya itu haya direkayasa agar terlihat seperti ban gres alias baru. Ban vulkanisir akan berbahaya jika digunakan terutama pada bagian ban depan. 

4. Terlihat bagus belom tentu disertai kualitasnya 
Ketelitian juga perlu ditingkatkan ketika membeli ban bekas terkadang ada pihak yang memosel ban bekasnya sehingga terhindar dari segala pngecekan yang jika dilihat lebih dekat dan teliti tidak layak untuk digunakan. Memang jika dilihat lebih bagus tapi keselamatan paling utama bukan. Nah inilah Anda harus teliti sebelum membeli. 

5. Kode produksi
Mengecek kode produksi juga bisa menjadi penentu bagusnya ban bekas pilihan Anda. Yep, ketika Anda memilih ban bekas usahakan untuk selalu mengecek kode produksi yang tertera pada ban. 

Nah, apa untungnya? Untungnya Anda bisa memiliki kualitas ban yang bagus dibandingkan dengan yang lain jika Anda memilih ban dengan kode produksinya tidak terlalu lama masih baru-baru ini. 

Ban yang kode produksinya masih fresh atau tidak telalu lama memiliki kualitas yang bagus dibandingkan yang lainnya namun bukan berarti Anda juga mengabaikan factor lainnya. Mengenai ban bekas memang ada keuntungan dari segi keuangan anamun bukan berarti Anda beralih pada ban bekas ini. 

Usahakan untuk meminimalisir penggunaan ban bekas karena performanya tidak setangguh ban asli yang baru. Selain itu yang perlu diingat adalah ketika Anda menggunakan ban bekas jangan terlalu lama atau berfikir bahwa masalan ban Anda sudah teratasi tapi ban bekas hanyalah sebagai ban cadangan saja.

Sumber: Bisaotomotif.com
Read More